Laba PT Timah Naik 9 Kali Usai Ditutup 1.000 Tambang Ilegal

Jakarta, Maret.id — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kinerja PT Timah Tbk mengalami lonjakan signifikan setelah pemerintah menutup sekitar 1.000 titik tambang ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025.
Prabowo mengatakan langkah penertiban tambang tersebut turut berdampak terhadap peningkatan keuntungan perusahaan.
Dalam enam bulan pertama 2026, profit PT Timah mencapai Rp2,7 triliun atau meningkat hingga sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saudara-saudara, artinya naik 900 persen,” kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Tak hanya dari sisi keuntungan, Prabowo menyebut valuasi PT Timah mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025 yang lalu,” kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Prabowo menegaskan perbaikan kinerja juga terlihat pada sejumlah Badan Usaha Milik Negara.
Keuntungan bersih PT Semen Indonesia pada enam bulan pertama 2026 disebut naik 408,9 persen, sementara PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen dan Pertamina naik 86 persen.
Penguatan juga tercatat pada Pegadaian yang naik 84,4 persen, Pelindo naik 60,4 persen, serta PTPN yang naik 54,4 persen.
Prabowo menyebut capaian lain adalah reaktivasi armada pesawat yang sempat grounded, sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan dan operasional.
“Kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per bulan Juni 2026 total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat,” kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.





