Ekonomi

Pertamina Amankan SPBU, Pantau Pasokan BBM NTT Pascagempa

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina (Persero) memastikan jaringan penyalur bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur tetap aman setelah gempa mengguncang pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

“Pengecekan awal menunjukkan tidak ada kerusakan pada fasilitas utama Pertamina maupun lembaga penyalur di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai Raya, dan sejumlah wilayah terdampak lainnya,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

“Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan berharap seluruh masyarakat terdampak berada dalam keadaan aman,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

“Beberapa SPBU dalam monitoring operasionalnya sebagai langkah kehati-hatian hingga kondisi dinyatakan aman dan pemeriksaan fasilitas selesai,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero). “Pelayanan akan dipastikan berjalan setelah pemeriksaan fasilitas dan aspek keselamatan dinyatakan aman,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

“Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk memantau gangguan listrik serta longsor di ruas Trans Ende–Bajawa,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero). “Pertamina juga memantau ketersediaan stok dan menyiapkan pengamanan pasokan,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

“Keselamatan menjadi prioritas utama dan pelayanan akan dipulihkan setelah seluruh aspek keselamatan dan kesiapan operasional terverifikasi,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menganalisis pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Peringatan dini pertama diterbitkan 2 menit 16 detik setelah gempa dan diperbarui pada pukul 05.09 WIB.

Masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta mengikuti informasi hanya dari kanal resmi BMKG.

Ketersediaan stok serta jalur pasokan menjadi perhatian utama Pertamina untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button