Dirut PLN Kawal Kelistrikan NTT Jelang HUT, Amankan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bersama jajaran Direksi PLN turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai lokasi Indonesia.
Konferensi pers digelar dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, dan terhubung secara daring dengan Direksi PLN di UIP2B Jamali, Depok, pada Sabtu malam, 18 Agustus 2026.
“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai kementerian dan lembaga negara dalam persiapan kelistrikan nasional.
“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt dan daya mampu pembangkit mencapai 51,6 gigawatt sehingga tersedia cadangan sekitar 9 gigawatt atau 21,1 persen.
“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Kesiapan operasi diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik.
Untuk mempercepat penanganan lapangan, PLN menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.
“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital SCADA, UPS, hingga genset,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Darmawan menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya untuk HUT RI tetapi juga untuk respons cepat terhadap gangguan kelistrikan, termasuk di Kalimantan.
“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
PLN juga bergerak cepat menindaklanjuti dampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur dengan menerjunkan tim pemeriksa dan perbaikan infrastruktur kelistrikan.
“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Darmawan menyatakan 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan pada Sabtu sore dan proses normalisasi dilanjutkan bertahap hingga ke pelanggan.
Dalam pemulihan, PLN berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri.
Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses pascagempa, tetapi PLN memastikan pemulihan terus dilaksanakan dengan prioritas keselamatan petugas dan masyarakat.
“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami. PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.





