Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Jakarta, Maret.id — Lingkungan Gang Hijau Cemara RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara kini tampak lebih hijau dan pengelolaan sampahnya berubah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pengelolaan sampah di kawasan itu dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomis yang mendukung keberlanjutan kegiatan komunitas.
Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara Dani Arwanto menyatakan dukungan Pertamina Lubricants membantu keberlanjutan inisiatif yang dimulai sejak 2013.
“Sejak tahun 2022 sampai saat ini kegiatan dan program yang ada di tempat kami terus berlanjut dan semakin meningkat,” kata Dani Arwanto, Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara.
Pernyataan tersebut diterima redaksi di Jakarta pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain fokus pada kebersihan lingkungan, warga mengembangkan program ketahanan pangan, peternakan, perikanan, budidaya anggur, hidroponik, pendidikan, dan layanan kesehatan melalui Posbindu.
Dalam pengelolaan lingkungan, program meliputi budidaya maggot untuk pakan ternak dan ikan serta pengolahan sampah menjadi pelet biomassa sebagai bagian sistem pengelolaan terintegrasi.
Program pendidikan Green PAUD Cemara berjalan gratis hingga tujuh angkatan dengan mekanisme pembayaran berupa setoran sampah dua kilogram per bulan dari orang tua siswa.
“Bukan hanya anak-anak yang sekolah, wali murid juga kami berikan edukasi untuk peduli terhadap lingkungan,” kata Dani Arwanto, Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara.
Bank sampah yang terhubung dengan kegiatan UMKM mengolah hasil pengelolaan menjadi produk sehingga sampah berubah fungsi menjadi sumber ekonomi komunitas.
Dani menegaskan program-program tersebut kini telah berkembang dari sekadar kegiatan menjadi kebutuhan masyarakat dengan tujuan memperkuat ekonomi sirkular yang mendukung UMKM lokal.
“Karena kegiatan di Gang Hijau Cemara ini bukan hanya program, tapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Dani Arwanto, Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara.
Data program menunjukkan pengurangan sampah yang masuk ke TPA sebesar 30-40 persen, sementara kegiatan green house dan budidaya menghasilkan produksi pangan lokal sekitar 1-1,5 ton per tahun.
Di ranah ekonomi sirkular, Bank Sampah, maggot, TOSS, dan Bengkel Sampah tercatat memberikan nilai ekonomi bagi komunitas sekitar Rp150-200 juta per tahun.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan Kampung Cemara merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang juga mendukung Program Kampung Iklim.
“Di Kampung Cemara ini ada banyak program ramah lingkungan yang di satu sisi menjaga lingkungan, dan di sisi lain memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitarnya,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants.
Salah satu program unggulan adalah Bengkel Cemara yang dikelola Karang Taruna dengan konsep pembayaran jasa penggantian oli memakai tabungan sampah.
Rika menjelaskan biaya penggantian oli dapat ditukarkan dengan sekitar lima kilogram sampah yang dikumpulkan melalui bank sampah sehingga warga tidak perlu mengeluarkan uang tunai.
“Untuk ganti oli itu harganya setara dengan tabungan sampah sekitar lima kilogram,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants.
Dengan rata-rata pengumpulan sekitar satu kilogram sampah per satu hingga dua hari, warga diperkirakan dapat menyiapkan tabungan sampah yang cukup untuk mengganti oli setiap kali diperlukan.





