Ekonomi

Segmen Enterprise Telkom Diperkirakan Tumbuh Hingga 30 Persen

Jakarta, Maret.id — Keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada konektivitas yang kuat dan pemerataan jaringan yang andal di seluruh Nusantara.

Sebagai perusahaan digital telco terdepan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki kapabilitas telekomunikasi dan solusi digital untuk mendukung transformasi di berbagai sektor.

Kapabilitas itu diwujudkan melalui unit Telkom Enterprise yang menawarkan beragam solusi digital bagi pemerintahan, BUMN, dan dunia usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dalam diskusi strategis mengenai arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise.

Penyampaian resmi itu tercatat dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026.

Selaras dengan strategi korporat TLKM 30, Telkom Enterprise tengah melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki organisasi, memperkuat tata kelola, dan menyederhanakan proses bisnis agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasar segmen B2B.

Inisiatif ini merupakan bagian dari sinergi Telkom dengan Danantara untuk menjawab tantangan baru yang membutuhkan kapabilitas digital nasional yang semakin kuat dan menjadi langkah strategis memastikan fondasi digital Indonesia mampu mendukung teknologi masa depan.

“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty dan Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas serta solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Veranita menambahkan bahwa solusi seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), dan cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal.

Saat ini kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11 persen atau senilai Rp19 triliun, angka yang masih berpotensi ditingkatkan.

Perbandingan dengan perusahaan telekomunikasi global menunjukkan bisnis enterprise kerap menyumbang 20%–30% atau lebih terhadap total pendapatan, sehingga terdapat ruang bagi Telkom untuk mengembangkan segmen ini sebagai sumber pertumbuhan.

“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” ujar Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.

Langkah operasional yang ditempuh mencakup penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, dan pemanfaatan teknologi digital internal untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan pelanggan, serta membuka peluang pengembangan bisnis baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Ke depan Telkom akan terus memperkuat sinergi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber sebagai fondasi menghadirkan solusi digital end-to-end untuk memperkuat daya saing nasional, mempercepat transformasi digital lintas sektor, dan mendukung kedaulatan digital Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button