PHE Bentuk Taskforce Perjelas Pasar Natural Hydrogen RI

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi membentuk Natural Hydrogen Taskforce melalui Focus Group Discussion di Yogyakarta.
Langkah ini bertujuan mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen alami sebagai sumber energi masa depan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Selama dua tahun terakhir, PHE bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lemigas, dan akademisi melakukan studi regional untuk memetakan potensi hidrogen alami, termasuk di wilayah Ampana, Sulawesi Tengah.
Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, menyatakan indikasi fenomena geologi keluarnya gas alami akan ditindaklanjuti dengan eksplorasi terstruktur dan membutuhkan kepastian regulasi serta perizinan.
“Dari scientific evidence, langkah berikutnya adalah eksplorasi, produksi, lalu masuk ke pasar. Untuk itu, dibutuhkan kerangka regulasi dan perizinan yang jelas karena sumber daya ini kekayaan negara,” ujar Asep Samsul Arifin, Direktur Eksplorasi PHE.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin 17 Agustus 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menyoroti potensi besar Indonesia di tengah perkembangan hidrogen alami global yang mayoritas masih dalam tahap riset.
“Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk menjadi bagian dari perkembangan awal natural hydrogen secara global. Dengan potensi sumber daya dan perkembangan ilmu pengetahuan, kita berkesempatan membangun kapasitas nasional sejak sekarang,” ujar Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Komisaris PHE, Nanang Untung, mengatakan karakteristik teknis hidrogen alami mirip dengan industri migas sehingga pengalaman hulu migas menjadi relevan.
“Indonesia membutuhkan lead operator dengan kemampuan teknis sekaligus ekosistem yang kuat. Dengan pengalaman PHE di hulu migas dan dukungan Pertamina, PHE memiliki kapabilitas sangat relevan untuk peran tersebut,” ujar Nanang Untung, Komisaris PHE.
Melalui Taskforce ini, PHE akan memimpin kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan riset, pemetaan potensi, penyusunan regulasi, hingga persiapan eksplorasi dan komersialisasi hidrogen alami di Indonesia.
PHE menyatakan kesiapannya mengambil peran sebagai National Lead Operator dengan modal pengalaman teknis dan ekosistem Pertamina.
Pengembangan hidrogen alami dipandang dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka jalur baru komersialisasi sumber daya yang masuk kategori kekayaan negara, apabila regulasi dan tata kelola segera ditetapkan.





