Saham Adidas Turun 3,14 Persen, Prospek Pertumbuhan Dipantau

Jakarta, Maret.id — Saham Adidas AG ditutup pada 152,60 Euro per saham pada penutupan Senin, 17 Agustus 2026 waktu setempat.
Angka itu turun 4,95 Euro atau 3,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 157,55 Euro.
Pada awal perdagangan, saham Adidas dibuka di 157,25 Euro dan sempat menyentuh level tertinggi 157,30 Euro.
Tekanan jual kemudian membawa harga turun hingga menyentuh titik terendah 151,85 Euro.
Menjelang penutupan, saham sempat pulih dari posisi terendah namun belum cukup untuk kembali ke level pembukaan.
Penurunan harga saham ini terjadi meskipun kinerja penjualan Adidas menunjukkan pertumbuhan kuat.
Dalam laporan kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, Adidas mencatat pendapatan sebesar 6,74 miliar Euro, naik sekitar 13,29 persen dari 5,95 miliar Euro pada periode sama tahun sebelumnya.
Laba per saham tercatat 2,02 Euro, sedikit menurun dari 2,07 Euro pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Ketidaksesuaian antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba per saham menjadi perhatian investor terkait kemampuan Adidas mengubah penjualan menjadi keuntungan.
Data konsensus MarketScreener yang diterbitkan 17 Agustus 2026 menunjukkan target harga rata-rata 202,72 Euro berdasarkan 30 analis, atau potensi kenaikan sekitar 28,67 persen dari penutupan 157,55 Euro.
Namun, pandangan analis tidak seragam karena pada hari yang sama UBS mempertahankan peringkat Netral untuk saham Adidas dengan target harga 173 Euro.
Dari sisi produk, kekuatan utama Adidas berasal dari lini performa, terutama sepatu lari, serta penjualan langsung kepada konsumen.
Produk Adidas dipasarkan melalui berbagai saluran termasuk grosir, toko ritel, dan e-commerce.
Dengan harga saham yang turun ke 152,60 Euro, fokus investor selanjutnya adalah apakah Adidas mampu mempertahankan momentum penjualan sekaligus memperbaiki pertumbuhan laba per saham.
Jika kinerja operasional dan laba membaik, target harga analis bisa menjadi indikasi ruang bagi saham untuk kembali menguat.
Pergerakan saham Adidas juga mencerminkan sentimen pasar terhadap sektor barang olahraga global dan sensitivitas investor terhadap margin keuntungan meski pendapatan tumbuh.





