Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Naik Tipis ke 99,63

Jakarta, Maret.id — Kurs Dolar AS di pasar uang New York bergerak terbatas pada penutupan perdagangan Selasa 18 Agustus 2026 waktu setempat, di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap sikap dovish Federal Reserve.
Sejumlah data ekonomi AS, termasuk penurunan lapangan kerja yang tidak terduga pada Juli dan inflasi yang relatif rendah, mendorong investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Pasar kini memperkirakan peluang hampir 70 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.
Indeks Dolar (DXY) menguat 0,09 persen menjadi 99,63, sementara Euro menguat tipis 0,03 persen ke 1,15760 Dolar AS setelah sempat menyentuh level tertinggi dua bulan di 1,161 Dolar AS.
Poundsterling melemah 0,04 persen ke 1,35356 Dolar AS dan Dolar AS menguat 0,17 persen terhadap Franc Swiss menjadi 0,81230 Franc.
Analis menilai pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang terkendali membuat kemungkinan kenaikan suku bunga pada September sangat kecil, kondisi yang berpotensi membatasi penguatan Dolar AS dalam jangka pendek.
Pergerakan Dolar AS juga dipengaruhi dinamika pasar global, termasuk pelemahan Yen Jepang sebesar 0,08 persen menjadi 159,605 per Dolar AS serta kekhawatiran inflasi akibat ketegangan AS-Iran dan kenaikan harga energi yang mendorong imbal hasil obligasi.
Imbal hasil Treasury AS 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, menambah tekanan pada pasar keuangan global.
Dolar Australia melemah 0,26 persen menjadi 0,70860 Dolar AS.
Di pasar offshore, Dolar AS menguat 0,07 persen terhadap Yuan menjadi 6,747 Yuan per Dolar AS.





