IHSG Terkoreksi Pagi Ini, BYAN Anjlok 14 Persen Tekan Pasar

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Rabu 19 Agustus 2026, berdasarkan data bursa sekitar pukul 09.18 WIB IHSG turun 42,64 poin atau 0,66 persen ke level 6.407,19.
Pelemahan juga terjadi pada mayoritas indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indeks LQ45 turun 0,06 persen ke level 630,67 dan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,46 persen menjadi 382,36.
Indeks KOMPAS100 terkoreksi 0,17 persen ke level 829,24 sementara Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) mencatat pelemahan terdalam, yaitu 1,33 persen ke level 224,12.
Di tengah tekanan pasar, IDX30 bergerak tipis di zona hijau dengan menguat 0,01 persen ke level 352,50 sehingga menjadi satu-satunya indeks dalam daftar tersebut yang menguat pada pembukaan.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang anjlok 14,04 persen ke level Rp14.850.
Pada perdagangan Selasa 18 Agustus 2026, saham BYAN sempat melonjak 19,97 persen ke Rp17.275 dan menjadi salah satu penopang penguatan IHSG.
Terkait kabar rencana pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, manajemen BYAN menyampaikan klarifikasi.
“Kami tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi tersebut…” ujar Manajemen PT Bayan Resources Tbk, manajemen perusahaan.
Pergerakan saham secara keseluruhan mencerminkan tekanan pasar, dimana hingga pukul 09.03 WIB tercatat 293 saham melemah, 154 saham menguat, dan 516 saham stagnan.
Sementara itu, rupiah juga melemah terhadap dolar AS dengan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB menunjukkan kurs di level Rp17.862 per Dolar AS, turun 64 poin atau 0,36 persen.





