Ekonomi

IGCE 2026 Momentum Akselerasi Investasi Geothermal Indonesia

Jakarta, Maret.id — Gelaran Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IIGCE) 2026 resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA), Julfi Hadi, menyatakan penyelenggaraan IIGCE tahun ini memiliki makna sejarah yang besar bagi perjalanan energi nasional.

“Sejak 2013 IIGCE telah menjadi wadah gagas strategis, namun IIGCE 2026 membawa bobot sejarah yang jauh lebih besar karena kita memperingati tepat 100 tahun atau satu abad sejak langkah pertama eksplorasi panas bumi dimulai di Indonesia…” ujar Julfi Hadi, Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA).

Dengan mengusung tema Energy Self-Sufficiency, Energy Independence, Julfi menegaskan peringatan satu abad ini harus menjadi titik balik revolusioner untuk mendukung visi Kementerian ESDM mencapai target “30.1” dan menjadikan potensi panas bumi Indonesia sebagai produsen nomor satu dunia pada 2030.

“Kita harus mengubah warisan satu abad ini menjadi landasan pacu untuk lepas landas secara masif demi merealisasikan target 30.1…” ujar Julfi Hadi, Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA).

Penyelenggaraan IIGCE 2026 tercatat sebagai konferensi panas bumi terbesar di dunia dengan lebih dari 10.000 peserta dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Oceania.

“Mari kita satukan langkah dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi tanpa henti; bersama-sama kita capai target 30.1 dan kukuhkan Indonesia sebagai raksasa geothermal dunia…” ujar Julfi Hadi, Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API/INAGA).

Pembukaan resmi IIGCE 2026 dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dan dihadiri Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman serta Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati.

Area pameran teknologi dan pengembangan panas bumi pada IIGCE 2026 disiapkan seluas lebih dari 2.300 meter persegi dengan desain interaktif untuk mendorong percepatan kerja sama bisnis (business-to-business/B2B).

Konferensi ini diharapkan mempercepat investasi, transfer teknologi, dan kolaborasi internasional demi merealisasikan target nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi panas bumi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button