Ekonomi

MBG Belum Dongkrak Output Industri Pengolahan dan Pertanian

Jakarta, Maret.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mendorong pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman, namun dampaknya terhadap sektor-sektor utama penggerak ekonomi nasional dianggap belum signifikan.

Analis Ekonomi Politik Lab 45, Nadia Restu Utami, menyoroti data Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha yang menunjukkan pertumbuhan tinggi pada sektor akomodasi serta makanan dan minuman.

“Ternyata akomodasi makanan dan minuman itu tumbuh drastis. Dan BPS bilang itu karena adanya MBG,” ujar Nadia Restu Utami, Analis Ekonomi Politik Lab 45.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi yang disiarkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Nadia, pertumbuhan di sektor tersebut belum otomatis menunjukkan bahwa MBG telah memberikan dorongan kuat terhadap tiga sektor penggerak utama perekonomian yakni industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

“Harusnya yang ditopang atau digalakkan, didorong itu adalah industri sektor pengolahan kemudian pertanian dan ketiga adalah perdagangan. Itu menjadi top driver ekonomi utama dari sisi sektoral tadi. Tapi kenyataannya pertumbuhannya juga tidak relatif tumbuh lebih besar,” ujar Nadia Restu Utami, Analis Ekonomi Politik Lab 45.

Nadia menekankan perlunya melihat dampak MBG secara lebih menyeluruh karena kontribusi yang terlihat saat ini lebih banyak tercatat pada sektor makanan dan minuman yang melibatkan pelaku UMKM.

“Dengan kata lain MBG justru tidak meningkatkan pertumbuhan di sektor yang tiga tadi. Karena tertangkapnya di akomodasi makanan dan minuman karena makanan unsurnya dari sisi UMKM dan pelaku usaha di sektor makanan,” ujar Nadia Restu Utami, Analis Ekonomi Politik Lab 45.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button