GrabAcademy Dorong Mitra Pengemudi dan Merchant Naik Kelas

Jakarta, Maret.id — Grab Indonesia meluncurkan GrabAcademy, platform pembelajaran yang ditujukan untuk memperkuat keterampilan dan kapasitas usaha Mitra Pengemudi serta Mitra Merchant sekaligus membuka peluang penghidupan yang lebih luas bagi para mitra.
Peluncuran bertajuk “Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas-Mendorong Mitra Grab Tumbuh dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan” digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan semangat kemerdekaan mendorong kebutuhan agar setiap mitra memperoleh kesempatan untuk terus berkembang.
“GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. Kami ingin membuka Peluang Tanpa Batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia.
Pernyataan tersebut dikutip pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi dan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib.
GrabAcademy juga menyelenggarakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi Mitra Merchant dengan materi pengelolaan toko, pengaturan pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, serta pemanfaatan teknologi.
Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar untuk Mitra Pengemudi, GrabAcademy kini diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang lebih beragam.
Program mengakomodasi transisi seperti dari GrabBike ke GrabCar serta jalur Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra untuk mendukung peningkatan keterampilan dan peluang baru bagi mitra.
“Kami terus memperkuat ekosistem Grab dan besar harapan kami bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi Pemerintahan agar setiap Mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia.
“Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai setiap pekerjaan yang dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab demi memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi.
“Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” ujar Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
GrabAcademy menghadirkan lima jalur pengembangan bagi Mitra Pengemudi, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Beasiswa Mitra, Mitra Kreator, dan Mitra Instruktur, yang membuka peluang beralih ke layanan roda empat, mengembangkan usaha menjadi Mitra Merchant, melanjutkan pendidikan, membangun karier sebagai kreator, hingga menjadi mentor.
Hingga 2026, tercatat 6.598 mitra telah beralih ke roda empat, 19.368 mitra menjadi Mitra Merchant, 4.732 mitra dan anak mitra mendapat akses pendidikan tinggi, serta 14.721 mitra menyelesaikan pelatihan kreator.
Jalur Mitra Instruktur menarik minat lebih dari 1.100 mitra dengan sekitar 183 mitra yang telah menyelesaikan pelatihan, menurut data program.
Bagi Mitra Merchant, GrabAcademy menyediakan kelas daring dan tatap muka, pembelajaran mandiri, serta pelatihan kolaboratif seperti Kejar CUAN dengan materi pengelolaan usaha, promosi, periklanan, keuangan, media sosial, serta pemanfaatan teknologi dan AI.
Sepanjang 2025, kelas daring untuk Mitra Merchant menjangkau sekitar 14.000 peserta sementara pelatihan tatap muka diikuti sekitar 1.200 mitra.





