Pasar Logam Dunia Bergejolak, Harga Emas Terkoreksi

Jakarta, Maret.id — Harga logam dunia bergerak beragam pada penutupan perdagangan Kamis 20 Agustus 2026, dengan pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, prospek inflasi, serta penguatan kembali harga minyak.
Setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya, emas kini menghadapi tekanan aksi ambil untung meski penurunan tertahan oleh prospek suku bunga riil jangka panjang yang lebih rendah.
Harga emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.516,19 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh 4.450,08 Dolar AS.
Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,6 persen menjadi 4.571,40 Dolar AS per ons.
Di kelompok logam mulia lainnya, perak spot naik 1,9 persen menjadi 68,16 Dolar AS per ons, platinum nyaris tidak berubah di 1.824,72 Dolar AS, dan paladium turun tipis 0,1 persen menjadi 1.330,74 Dolar AS per ons.
Pergerakan ini mengikuti lonjakan lebih dari 4 persen yang dicatat emas pada perdagangan sehari sebelumnya, didorong oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan tajam imbal hasil US Treasury setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka panjang.
Pasar saat ini memperkirakan peluang 67,4 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan kembali meningkatkan kekhawatiran atas tekanan inflasi.
Kebuntuan perundingan terkait konflik di Iran juga mempertahankan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Morgan Stanley menilai emas masih berpeluang menguat dan memperkirakan harga dapat menembus 5.000 Dolar AS per ons pada 2027, atau lebih cepat apabila The Fed mempertahankan suku bunga, meski prospek tersebut dibayangi potensi volatilitas tinggi.
Bagi investor dan pasar domestik, dinamika ini menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap perkembangan kebijakan moneter AS, pergerakan harga energi global, serta kebijakan fiskal dan operasi pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS.





