Ekonomi

Tiga Indeks Utama Wall Street Terkapar, Pasar AS Melemah

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat kembali tertekan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi AS.

Kenaikan imbal hasil obligasi dan kekhawatiran inflasi memperburuk sentimen pasar, sementara kinerja Walmart yang mengecewakan menambah tekanan pada saham-saham ritel.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, waktu setempat, tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup di zona merah: Dow Jones Industrial Average turun 1,32 persen atau 703,84 poin menjadi 52.759,21, S&P 500 melemah 0,87 persen atau 66,82 poin ke 7.641,16, dan Nasdaq Composite turun 1 persen atau 263,92 poin menjadi 26.067,17.

Tekanan terbesar berasal dari saham Walmart yang anjlok 9,2 persen setelah perusahaan melaporkan penjualan kuartalan yang tidak memenuhi ekspektasi pasar.

Kenaikan harga bensin disebut membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Pergerakan Walmart turut menekan sektor barang konsumsi pokok yang turun 1,93 persen sehingga menjadi sektor berkinerja terburuk di antara sektor utama S&P 500.

Sektor kesehatan juga melemah 1,93 persen, sedangkan sektor barang konsumsi non-esensial turun 1,8 persen.

Beberapa saham ritel lain turut tertekan dengan Costco, Dollar Tree, dan Albertsons masing-masing turun sekitar 1 persen hingga 2,6 persen.

Sebaliknya sektor energi menguat 0,4 persen didorong kenaikan harga minyak yang naik untuk hari kelima berturut-turut akibat terhentinya pembicaraan damai AS-Iran dan gangguan pasokan di Timur Tengah.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi perhatian investor setelah imbal hasil obligasi 10 tahun dan 30 tahun kembali meningkat sehari setelah pemerintah AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi dalam jumlah lebih besar untuk meredam kenaikan imbal hasil.

Di pasar kripto, saham perusahaan terkait bergerak berlawanan arah dengan lonjakan lebih dari 7 persen pada saham Strategy dan Coinbase setelah Presiden AS Donald Trump mendorong Kongres untuk meloloskan undang-undang terkait aset kripto.

Pergerakan saham lain cukup tajam pada hari yang sama, dengan Moderna anjlok 23,5 persen setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 177 persen.

Deere naik 6,9 persen setelah menaikkan proyeksi laba bersih tahunan, sedangkan Advance Auto Parts merosot 24,5 persen setelah memberikan proyeksi penjualan tahunan yang lebih lemah.

Koreksi pasar ini mencerminkan kombinasi risiko makro dan risiko korporasi yang menguji sentimen investor global menjelang data ekonomi berikutnya serta keputusan kebijakan moneter.

Investor akan mencermati data inflasi dan pernyataan pembuat kebijakan untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button