Wall Street Bangkit Meski Laporan Mingguan Tetap Negatif

Jakarta, Maret.id — Pasar saham Amerika Serikat kembali menguat setelah sempat dihantam aksi jual besar-besaran yang menekan sejumlah indeks utama pada akhir pekan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026 waktu setempat, S&P 500 naik 0,43 persen ke level 7.674,37.
Nasdaq Composite menguat 0,43 persen menjadi 26.180,45, sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 517,80 poin atau 0,98 persen ke 53.277,01.
Meski berakhir di zona hijau, ketiga indeks utama Wall Street tetap membukukan kinerja mingguan negatif.
S&P 500 turun 1,4 persen sepanjang pekan, Nasdaq Composite terkoreksi 2 persen, sementara Dow Jones melemah 0,9 persen dan mencatat penurunan mingguan kedua secara beruntun.
Tekanan pasar terutama datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Imbal hasil Treasury 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,734 persen, sedangkan Treasury 30 tahun meningkat lebih dari 3 basis poin ke 5,273 persen.
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset pendapatan tetap semakin menarik dibandingkan saham dan berpotensi menekan pasar ekuitas.
Dari sisi sektor, saham kesehatan menjadi salah satu penopang Wall Street dan sektor ini naik lebih dari 4 persen sepanjang pekan.
Kenaikan sektor kesehatan dipicu laporan hasil uji klinis tahap akhir terapi mRNA untuk pengobatan melanoma yang positif dari Moderna dan Merck.
Saham Moderna melonjak lebih dari 9 persen pada Jumat, sementara Merck menguat lebih dari 2 persen.
Sebaliknya, saham teknologi menjadi salah satu sumber tekanan dan sektor teknologi informasi turun lebih dari 3 persen sepanjang pekan.
Amkor Technology dan Credo Technology masing-masing merosot hampir 15 persen dan 11 persen, sedangkan Meta Platforms turun hampir 7 persen.
Saham berbasis kripto justru menguat seiring lonjakan harga Bitcoin dengan Strategy naik sekitar 29 persen, Coinbase 25 persen, Mara Holdings 21 persen, Circle Internet 22 persen, dan Robinhood sekitar 13 persen.
Tesla juga mencatat kinerja positif dengan kenaikan sekitar 5 persen dan membukukan performa mingguan terbaik sejak Mei.
Optimisme investor terhadap bisnis robotaxi Tesla muncul setelah laporan mengenai rencana peluncuran Cybercab pada Agustus dan persetujuan bagi Tesla untuk mengoperasikan jaringan kendaraan otonom di Clark County, wilayah yang mencakup Las Vegas.
Di sektor ritel, kinerja sejumlah saham masih tertekan dengan Walmart turun sekitar 11 persen sepanjang pekan dan Advance Auto Parts merosot sekitar 25 persen.
Sebaliknya, Dillard’s dan Chewy masing-masing menguat lebih dari 8 persen.
Memasuki pekan depan, investor akan mencermati pergerakan imbal hasil obligasi serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.
Pasar akan menunggu arah kebijakan moneter The Fed, termasuk pandangannya mengenai kenaikan imbal hasil obligasi dan independensi bank sentral AS.





