Indeks DXY Lesu, Dolar AS Tergantung Pidato The Fed

Jakarta, Maret.id — Pergerakan Dolar AS dan Indeks DXY menghadapi tekanan signifikan akibat kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat.
Di pasar uang New York, Dolar AS tercatat merosot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir terhadap Euro pada penutupan perdagangan Jumat 21 Agustus 2026 waktu setempat.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana perluasan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengambil langkah untuk menekan lonjakan imbal hasil obligasi, namun para analis menilai upaya tersebut hanya memindahkan beban kekhawatiran fiskal ke Dolar AS.
Strategi itu dinilai belum efektif karena imbal hasil terus merangkak naik di tengah memburuknya prospek fiskal, besarnya penerbitan obligasi, risiko geopolitik terkait Iran, serta ketidakpastian kebijakan Federal Reserve.
Indeks DXY yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap keranjang mata uang utama tercatat stagnan dengan kenaikan sangat tipis 0,01 persen ke level 98,80.
Kondisi tertekannya Dolar AS memicu penguatan mata uang lain, di mana Euro naik 0,03 persen menjadi 1,1682 Dolar AS dan Pound Sterling menguat 0,15 persen menjadi 1,3649 Dolar AS.
Aset kripto juga menunjukkan reli, dengan Bitcoin melesat 6,22 persen menjadi 77.178 Dolar AS.
Yen Jepang menguat 0,02 persen menjadi 159,01 per Dolar AS seiring sentimen positif dari kenaikan inflasi domestik.
Ke depan, prospek pergerakan Dolar AS diperkirakan masih dibayangi tren penurunan dan pasar kini memusatkan perhatian pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole yang dijadwalkan Jumat mendatang.
Para analis memperingatkan bahwa kegagalan The Fed dalam memberikan kepastian arah kebijakan untuk mengatasi inflasi secara kredibel akan semakin menekan nilai tukar Dolar AS.
Tekanan pada Dolar AS diperkirakan akan berdampak pada aliran modal global dan strategi lindung nilai investor, sekaligus memengaruhi kondisi perdagangan dan pembiayaan negara-negara berkembang.





