Ekonomi

IHSG Ambruk di Sesi I, Tekanan Terbesar pada Saham Kesehatan

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Senin siang, 24 Agustus 2026, di zona merah setelah melemah 0,69 persen atau terpangkas 45,045 basis point ke level 6.480,645.

Sepanjang sesi pertama, pergerakan indeks tercatat dinamis dengan rentang fluktuasi antara tertinggi 6.551 dan terendah 6.474 setelah dibuka pada level 6.525.

Tekanan jual mendominasi pasar dengan pencatatan 370 saham melemah, 233 saham menguat, dan sisanya stagnan.

Tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar pada sesi ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Mayoritas sektor mengikuti pelemahan, di mana sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi paling tajam sebesar 2,31 persen, diikuti sektor transportasi (IDXTRANS) turun 1,16 persen dan sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,93 persen.

Sektor properti (IDXPROPERT) turun 0,84 persen, sektor siklikal (IDXCYCLIC) melemah 0,58 persen, sektor teknologi (IDXTECHNO) tergerus 0,40 persen, dan sektor energi (IDXENERGY) terkikis 0,32 persen.

Koreksi juga terlihat pada sektor non-siklikal (IDXNONCYC) yang turun 0,29 persen, sektor infrastruktur (IDXINFRA) melemah tipis 0,09 persen, serta sektor industri dasar (IDXINDUST) yang turun 0,15 persen, sedangkan sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi salah satu dari sedikit sektor yang membukukan penguatan sebesar 0,71 persen.

Kinerja indeks-indeks unggulan mengalami tekanan, dengan Indeks LQ45 melemah 0,92 persen ke posisi 638,644, Indeks IDX30 turun 0,91 persen ke level 356,693, dan Indeks MNC36 terkoreksi 0,70 persen ke 277,025.

Sebaliknya, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mampu mempertahankan kinerja positif dengan penguatan tipis 0,12 persen ke level 392,143.

Pergerakan hari ini mencerminkan dominasi aksi jual yang meluas di hampir seluruh sektor, sehingga pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan sesi berikutnya untuk menilai kelanjutan sentimen pasar domestik dan global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button