Ekonomi

Sri Purwanti Bangun Ekspor Kuliner Halal Nusantara di Taiwan

Jakarta, Maret.id — Sri Purwanti, mantan Pekerja Migran Indonesia asal Cilacap, Jawa Tengah, berhasil membangun usaha kuliner halal Kedai Sri Rahayu yang berlokasi di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, Taipei, tak jauh dari Taipei Grand Mosque.

Sri merantau ke Taiwan belasan tahun lalu sebagai Pekerja Migran Indonesia.

Kerja keras dan disiplin menabung selama bekerja di perantauan menjadi modal awal yang dikumpulkan Sri untuk merintis usaha.

Kedai Sri Rahayu kini menjadi tempat berkumpul bagi diaspora Indonesia dan komunitas Muslim di Taipei untuk menikmati ragam masakan khas Nusantara.

Kesulitan mendapatkan makanan halal bercita rasa Indonesia saat pertama kali tiba di Taiwan menjadi titik awal gagasan usaha Sri.

“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama,” kata Sri Purwanti, pengusaha kuliner dan mantan Pekerja Migran Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam perjalanan membangun usaha, Sri memanfaatkan layanan perbankan BRI untuk mengelola tabungan dan kebutuhan transaksi keuangan antara Taiwan dan Indonesia.

Dari tabungan hasil kerja itulah Sri perlahan membuka Kedai Sri Rahayu dalam skala kecil sebelum mengembangkannya lebih luas.

Seiring waktu, kedai tersebut berkembang menjadi juga toko yang menyediakan kebutuhan dan bahan pangan khas Indonesia, mulai dari makanan kemasan hingga rempah.

Menu yang ditawarkan meliputi sate dengan bumbu kacang, ayam penyet sambal terasi, bakso urat, pempek Palembang, beragam gorengan, serta minuman khas seperti es cendol, es jeruk, dan es teh manis.

Pertumbuhan usaha membawa pencapaian yang memungkinkan Sri membuka lapangan pekerjaan tidak hanya di Taiwan tetapi juga membuka peluang usaha yang berdampak ke Indonesia.

Mobilitas tinggi sebagai pengusaha membuat Sri aktif menggunakan aplikasi BRImo Taiwan untuk memudahkan berbagai kebutuhan transaksi secara digital selama berada di luar negeri.

“Bagi BRI, kisah Ibu Sri bukan hanya tentang keberhasilan membangun usaha kuliner Indonesia di Taiwan, tetapi juga tentang bagaimana seorang pekerja migran mampu mengelola hasil kerja kerasnya, menangkap peluang, dan kemudian tumbuh menjadi pengusaha yang kuat,” kata Dhanny, Corporate Secretary BRI.

“Kehadiran BRImo Taiwan kami harapkan semakin mendekatkan layanan perbankan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan finansial mereka, mulai dari bekerja, menabung, mengirimkan hasil jerih payah kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha,” kata Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Kisah Sri mencerminkan tren ekonomi diaspora yang semakin beragam dan mendorong lembaga keuangan memperkuat layanan untuk menjaga keterhubungan warga Indonesia di luar negeri dengan ekosistem keuangan di tanah air.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button