Ekonomi

PT Sumbawa Timur Mining Salurkan Bantuan, Dukung Ekonomi NTT

Jakarta, Maret.id — PT Sumbawa Timur Mining (STM) menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Pulau Flores melalui partisipasi dalam gerakan ESDM Siaga Bencana.

STM adalah pengelola eksplorasi tembaga Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Perusahaan menyalurkan bantuan berupa sandang, pangan, dan papan dengan nilai logistik lebih dari Rp270 juta sebagai dukungan respons darurat dan pemulihan masyarakat terdampak.

Bantuan dikirimkan dalam dua truk dari Kota Mataram dan berisi pakaian dewasa dan anak-anak, popok bayi, susu, makanan kaleng, obat-obatan, terpal, serta matras yang dikumpulkan di Posko AJU-I Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta, menerima langsung bantuan tersebut dan menyatakan barang yang diterima sesuai kebutuhan di lapangan serta segera dikoordinasikan dengan tim BNPB untuk teknis pendistribusian.

“Semoga keterlibatan kami dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak,” kata Cindy Elza, Head of Communications STM. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui ESDM Siaga Bencana, kami ingin turut mendukung respons darurat sekaligus membantu proses pemulihan bencana yang lebih baik,” kata Cindy Elza, Head of Communications STM.

Gerakan ESDM Siaga Bencana merupakan aksi kolektif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama berbagai perusahaan pertambangan untuk mendukung penanganan bencana.

Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 100 jiwa, luka-luka 1.603 jiwa, dan pengungsian mencapai 180.327 jiwa.

Penyaluran bantuan STM menjadi bagian dari upaya darurat di lapangan yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas serta mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button