Ekonomi

Bursa Eropa Tertekan oleh Inflasi dan Sanksi Iran

Jakarta, Maret.id — Saham Eropa ditutup datar pada perdagangan Senin 24 Agustus 2026, sehingga mempertahankan kerugian dari pekan sebelumnya di tengah latar belakang makroekonomi yang kurang menguntungkan bagi sektor-sektor utama benua itu.

Indeks Euro STOXX 50 tercatat turun 0,1 persen menjadi 6.455, sementara STOXX Europe 600 ditutup datar di level 654.

Imbal hasil obligasi pemerintah pada sekuritas berjangka panjang berkisar dekat level tertinggi dalam beberapa dekade di seluruh ekonomi utama zona Euro.

Saham infrastruktur kecerdasan buatan melemah menjelang laporan pendapatan Nvidia yang dijadwalkan setelah penutupan pasar pada Rabu, dengan Infineon dan Siemens Energy masing-masing turun 3 persen dan ASML kehilangan sekitar 1 persen.

Sektor perbankan sebagian besar bergerak lebih tinggi sehingga membantu meredam kerugian dari minggu sebelumnya.

Pergerakan bursa nasional menunjukkan variasi yang signifikan, di mana indeks DAX Jerman turun 0,11 persen atau 29,96 poin ke level 26.106,60.

CAC 40 Prancis merosot 0,4 persen dan ditutup pada level 8.453, terdorong oleh ketidakpastian atas potensi sanksi AS terhadap Iran yang dikhawatirkan bisa membatasi aliran minyak dan mendorong kenaikan harga energi.

Investor juga terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 25 basis poin pada pertemuan September setelah langkah pengetatan pada bulan Juni lalu.

Saham industri Prancis mengalami tekanan dengan penurunan pada Safran, Thales, Sanofi, dan EssilorLuxottica, sedangkan sektor keuangan bergerak campuran dengan BNP Paribas dan Société Générale melemah serta AXA menguat.

TotalEnergies melemah sekitar 1,9 persen seiring aksi ambil untung investor menjelang pengumuman terkait sanksi AS.

Berbeda dengan mayoritas bursa daratan Eropa, FTSE 100 Inggris menguat 0,4 persen dan mampu mengungguli rekan-rekannya di kawasan.

Saham pertambangan memimpin penguatan didukung oleh harga logam yang kuat dan sentimen positif pada SSAB menyusul runtuhnya kesepakatan perdagangan AS-Kanada yang sedianya menurunkan tarif baja Kanada.

Pasar tetap waspada menjelang rilis laporan korporasi besar dan keputusan kebijakan moneter, yang diperkirakan akan menentukan arah lanjutan volatilitas dan aliran modal di kawasan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button