Budiawansyah Mundur Proyek Tanamalia Vale Dorong Target 2029

Jakarta, Maret.id — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah mempersiapkan Blok Tanamalia sebagai salah satu proyek tambang nikel masa depan perusahaan, sementara salah satu pejabat yang sebelumnya memaparkan perkembangan proyek tersebut telah meninggalkan jajaran direksi.
Budiawansyah sebelumnya menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia.
Ia mengajukan pengunduran diri pada 20 Agustus 2026 dengan alasan pribadi dan pertimbangan keluarga.
Perusahaan menyatakan pengunduran diri itu akan dimintakan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.
Perusahaan juga memastikan perubahan di jajaran direksi tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha.
Perusahaan mencatat telah menerima surat pengunduran diri dari yang bersangkutan pada 20 Agustus 2026 melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia.
“Pada tanggal 20 Agustus 2026, PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan) menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budiawansyah dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Perseroan,” ujar manajemen Perseroan, PT Vale Indonesia Tbk.
Meski demikian, persiapan proyek Blok Tanamalia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tetap berjalan dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada rentang 2029-2031.
“Habis itu 2029-2031 itu Tanamalia. Harapan kita studi detail eksplorasinya berjalan di Tanamalia sehingga kita bisa memastikan lagi kandungan sumber daya dan cadangannya yang ada, dari situ sebagai dasar seberapa lama ini life of mine-nya,” kata Budiawansyah, Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer.
Target operasional tersebut belum menjadi kepastian karena Vale masih harus menyelesaikan tahapan eksplorasi dan kajian teknis untuk mengetahui secara lebih detail sumber daya serta cadangan nikel di Tanamalia.
Perusahaan juga belum memasuki tahap desain proyek karena masih perlu memastikan kuantitas cadangan sebelum menentukan skala pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan.
Langkah eksplorasi ini terkait erat dengan rencana Vale membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, di mana Tanamalia diproyeksikan menjadi salah satu sumber bahan baku yang mendukung rantai pasok nikel terintegrasi perusahaan.
Hasil eksplorasi akan menjadi penentu penting bagi masa depan proyek, termasuk umur tambang, kapasitas produksi, dan bentuk pengembangan industri yang dapat dibangun di kawasan tersebut.
Budiawansyah memiliki jejak panjang di Vale sejak bergabung pada 2004 dan pernah menempati berbagai posisi di bidang operasional tambang, keselamatan dan lingkungan, manajemen risiko, serta hubungan kelembagaan dan perizinan.
Dengan keluarnya Budiawansyah dari jajaran direksi, pengembangan Tanamalia tetap menjadi pekerjaan prioritas manajemen Vale untuk memastikan target produksi baru perusahaan dapat direalisasikan dalam beberapa tahun mendatang.





