Ekonomi

BRI Perkuat Ekosistem di Taiwan Dukung PMI Berdaya

Jakarta, Maret.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas perannya dalam mendampingi diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri.

BRI menghadirkan pendampingan secara menyeluruh bagi diaspora, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan tetapi juga bagian dari proses pemberdayaan.

Melalui program tanggung jawab sosial, literasi keuangan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan, BRI mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) memanfaatkan penghasilan dan remitansi secara lebih produktif.

Komitmen itu tercermin pada peluncuran BRImo Taiwan yang digelar di New Taipei City Hall pada Minggu, sehingga diaspora di Taiwan dapat mengakses kebutuhan finansial dalam satu aplikasi.

Peluncuran BRImo Taiwan memperkuat ekosistem BRI di Taiwan setelah hadirnya BRI Taipei Branch.

Tepat satu tahun sejak penguatan tersebut, total aset BRI Taipei telah mencapai lebih dari 408 juta Dolar AS.

Hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan–Indonesia melalui BRI tercatat sekitar 490 juta Dolar AS dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani.

Kehadiran BRI di Taiwan diarahkan untuk membangun konektivitas finansial yang lebih kuat antara diaspora dan Indonesia.

“Kehadiran BRI di Taiwan bukan semata tentang membuka kantor atau menghadirkan layanan digital, ini adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Taiwan menjadi wilayah penting bagi ekosistem diaspora Indonesia dengan sekitar 360 ribu PMI menurut data Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang menjadi acuan BRI.

Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar 2,97 miliar Dolar AS pada 2025, atau setara sekitar Rp47–48 triliun dengan asumsi kurs sekitar Rp16.000 per Dolar AS.

Nilai remitansi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 1,37 miliar Dolar AS pada 2021.

Besarnya arus remitansi mencerminkan tingginya aktivitas finansial PMI sekaligus peran penghasilan mereka dalam menopang kebutuhan keluarga di Tanah Air.

BRI mendorong agar penghasilan selama bekerja di luar negeri tidak hanya dipakai untuk kebutuhan saat ini tetapi dikelola untuk membangun tabungan, investasi, aset, dan modal usaha.

Untuk mendukung tujuan tersebut, BRI menghadirkan ekosistem layanan yang menjangkau kebutuhan PMI sejak tahap pra-keberangkatan, selama bekerja, hingga tetap terhubung dengan keluarga di Indonesia.

Konektivitas layanan didukung melalui BRImo, BritAma, serta jaringan BRILink Agen yang memudahkan keluarga menerima dan mengelola dana kiriman dari luar negeri.

Salah satu contoh konkret adalah perjalanan Sri Purwanti, nasabah BRI asal Cilacap, Jawa Tengah, yang disiplin menabung selama bekerja di Taiwan hingga mengumpulkan modal usaha.

“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit, dari situ saya berpikir teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama, saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,” ujar Sri Purwanti, nasabah BRI.

Perjuangan tersebut berbuah usaha kuliner yang kini beroperasi sebagai Kedai Sri Rahayu di Zhongzheng District, Taipei.

Sejalan dengan semangat pemberdayaan PMI, BRI Peduli melalui program “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities” terus memberikan dukungan nyata bagi PMI di Taiwan.

Program ini membuka kesempatan bagi 120 PMI di Taiwan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dalam rangkaian kegiatan, PMI Entrepreneur Connect pada Sabtu, 22 Agustus 2026 menyelenggarakan workshop dan praktik memasak masakan Taiwan bersama instruktur untuk meningkatkan keterampilan pengolahan kuliner.

Sementara pada Minggu, 23 Agustus 2026, Beautypreneur Empowerment Workshop bertema Beauty & Inclusivity menghadirkan demonstrasi dan praktik tata rias bersama beauty trainer profesional.

Melalui rangkaian pelatihan tersebut, BRI mendorong pembentukan pola pikir kewirausahaan yang bernilai ekonomi dan menangkap peluang usaha baik selama berada di luar negeri maupun setelah kembali ke Indonesia.

” Kegiatan ini mendorong kami sebagai PMI untuk menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia, saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” ujar Sifa, PMI asal Surabaya.

“Pada akhirnya, BRI ingin memastikan bahwa ketika para PMI kembali pulang ke Indonesia, mereka pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera, PMI diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button