Sentimen Global Tekan Rupiah, Tekanan pada Pasar Keuangan

Jakarta, Maret.id — Nilai tukar (kurs) Rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, tercatat turun 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per Dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar tengah mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
“Indeks dolar AS menguat setelah media Rusia melaporkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.
Kantor berita milik negara Rusia melaporkan kesepakatan yang mencakup kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Menurut Ibrahim, laporan yang mengutip sumber Pakistan tersebut muncul setelah pejabat Pakistan mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan mediasi dengan Iran.
“Pakistan telah menjadi mediator regional utama dalam konflik AS-Iran yang sedang berlangsung, dan juga turut memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara pada bulan Juni lalu,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.
Di tengah perkembangan tersebut, investor juga mulai mengalihkan perhatian pada sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat.
“Para investor kini beralih pada data PCE AS yang akan dirilis pada hari Rabu dan pidato penting pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada hari Jumat,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.
Data Personal Consumption Expenditures (PCE) tersebut akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi, sementara pasar juga mencermati arah kebijakan The Fed melalui pidato Kevin Warsh di simposium Jackson Hole.
Sementara itu dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pada pekan depan.
“Pasar juga sedang menunggu sejumlah data domestik penting yang akan dirilis pekan depan,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.
Data tersebut meliputi inflasi Agustus, kinerja perdagangan Juli, PMI Manufaktur Indonesia, cadangan devisa, serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Ibrahim memprediksi pergerakan Rupiah akan bergerak fluktuatif namun menutup pelemahan di rentang Rp17.720–17.760 per Dolar AS pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.
Pergerakan kurs yang dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan rilis data ekonomi domestik maupun AS diperkirakan mempertahankan volatilitas pasar hingga rilis data dan pidato kebijakan berakhir.





