Ekonomi

J&T Express Catat Lonjakan Volume Pengiriman 65 Persen

Jakarta, Maret.id — Perusahaan jasa pengiriman ekspres J&T Express mencatat pertumbuhan volume pengiriman lebih dari 65 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Chief Executive Officer (CEO) J&T Express, Robin Lo, menyampaikan beberapa langkah operasional dan teknologi yang diterapkan untuk menjaga kualitas layanan seiring pertumbuhan tersebut.

“Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan,” ujar Robin Lo, Chief Executive Officer (CEO) J&T Express.

Pertumbuhan perusahaan juga berlangsung di tengah peningkatan aktivitas sektor transportasi dan pergudangan yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tumbuh 8,04 persen secara tahunan pada kuartal I-2026.

Menurut Robin Lo, perkembangan volume pengiriman perlu diimbangi dengan kapasitas operasional agar tidak berujung pada penurunan kualitas maupun peningkatan biaya logistik.

Untuk itu, J&T Express mengoperasikan sistem penyortiran otomatis (Automatic Sorting System) di 19 pusat sortir.

Sistem tersebut diklaim mampu mempercepat proses penyortiran hingga empat kali lipat dibandingkan proses manual.

Perusahaan juga menempatkan lebih dari 1.000 mesin sortir otomatis di 500 Drop Center.

Penggunaan mesin tersebut disebut dapat mempercepat proses sortir hingga tiga kali lipat.

Selain otomasi, J&T Express memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan analitik data untuk menentukan rute pengiriman serta memantau kegiatan operasional secara real-time.

Dari sisi sumber daya manusia, J&T Express menerapkan program “Kurir Bintang 5” sebagai bagian dari evaluasi kinerja kurir.

Penilaian program mencakup tingkat kehadiran, kecepatan pengambilan barang (pick up), ketepatan pengiriman (delivery), hingga pemahaman terhadap prosedur operasional.

Brand Manager J&T Express, Herline Septia, menekankan fokus perusahaan pada peningkatan kualitas layanan di tengah pertumbuhan volume pengiriman.

“Bagi kami, menjadi dekat berarti memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman yang lebih baik,” ujar Herline Septia, Brand Manager J&T Express.

Di luar penguatan bisnis, J&T Express juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui “Jawara Lokal J&T Express” yang bekerja sama dengan Kementerian UMKM RI.

Program tersebut mencakup bantuan permodalan Rp15 juta, subsidi ongkos kirim hingga 30 persen, serta fasilitas promosi bagi pelaku usaha terpilih.

Program yang dimulai dari Sulawesi Selatan itu selanjutnya akan diperluas ke empat provinsi lainnya.

Sementara di bidang lingkungan, perusahaan menjalankan J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP) dengan mendaur ulang sekitar 146 kilogram limbah tekstil menjadi produk baru melalui proses upcycling.

Program tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,25 ton CO2e, atau setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh 5.000 kilometer.

Memasuki usia ke-11, perusahaan juga menggelar sejumlah program apresiasi pelanggan sepanjang 13-23 Agustus 2026, termasuk diskon ongkos kirim, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week.

Langkah-langkah penguatan operasional dan digitalisasi ini dinilai krusial untuk menopang kelancaran rantai pasok nasional seiring tumbuhnya aktivitas sektor transportasi dan pergudangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button