Harga Logam Melemah Dipicu Spekulasi Suku Bunga The Fed

Jakarta, Maret.id — Pasar logam mulia dunia kompak mencatatkan penurunan pada perdagangan Rabu, terseret oleh data inflasi Amerika Serikat yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan.
Koreksi harga emas terjadi setelah rilis Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang naik 3,7 persen dalam 12 bulan hingga Juli, sedikit di atas proyeksi ekonom sebesar 3,6 persen.
Kondisi itu mendorong ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 40 persen, sementara Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,3 persen sehingga menekan pergerakan komoditas.
Emas spot turun 1,3 persen ke level 4.595,93 Dolar AS per ons, sedangkan emas berjangka AS ditutup melemah 0,9 persen menjadi 4.653,30 Dolar AS per ons.
Harga perak spot menyusut 1 persen menjadi 67,93 Dolar AS per ons, platinum merosot 1,4 persen ke posisi 1.831,67 Dolar AS per ons, dan paladium berkurang tipis 0,1 persen menjadi 1.324,63 Dolar AS per ons.
Meski tertekan oleh aksi ambil untung dalam jangka pendek, para analis menilai tren kenaikan jangka panjang emas masih berpotensi berlanjut dengan proyeksi menembus level 5.000 Dolar AS per ons tahun ini dan mencetak rekor tertinggi baru pada kuartal II-2027.
Pasar juga masih memantau dinamika geopolitik, termasuk pembahasan kesepakatan Selat Hormuz antara Iran dan Oman, yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen dan pasokan komoditas energi.





