Ekonomi

Omzet UMKM Berpotensi Melejit Lewat Gang Dagang

Jakarta, Maret.id — Program gamifikasi “Gang Dagang” resmi diluncurkan di Balai Kota DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat literasi keuangan dan digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini merupakan kolaborasi antara penyedia jasa pembayaran Netzme dan platform teknologi pendidikan Ruangguru dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta.

Konsep Pembelajaran Berbasis Permainan

Gang Dagang menghadirkan pendekatan edukasi berbeda dengan mengemas materi literasi keuangan dan digital ke dalam format simulasi bisnis interaktif. Metode gamifikasi dirancang agar peserta dapat menerapkan strategi yang dipelajari langsung ke kondisi usaha nyata mereka, dengan pengalaman seperti bermain namun penuh konteks bisnis.

Setiap dua minggu program menggelar “Sales Race”, sebuah kompetisi untuk mendorong peningkatan transaksi melalui ekosistem digital Netzme seperti QRIS Soundbox dan Kasir Digital. Hasil dan progres peserta ditampilkan pada papan peringkat untuk menciptakan semangat kompetitif sekaligus memantau efektivitas pembelajaran.

Detail Program dan Kurikulum

Pada angkatan perdana, sebanyak 50 pelaku UMKM terpilih akan mengikuti rangkaian intensif selama lima bulan yang diperkaya dengan kelas-kelas pengayaan (enrichment class) yang difasilitasi oleh Ruangguru. Kurikulum Gang Dagang disusun berdasarkan riset dan jurnal akademik dengan fokus pada lima pilar penting bagi UMKM, yaitu manajemen keuangan dasar, pencatatan keuangan harian, perhitungan keuntungan dan harga pokok penjualan, pengelolaan utang serta dana darurat, serta akses permodalan dan layanan keuangan digital.

Penyusunan materi didesain untuk mudah dipahami oleh pelaku usaha yang memiliki keterbatasan waktu, sekaligus memberikan alat praktis yang bisa dipakai sehari-hari dalam pengelolaan bisnis. Selain pembelajaran di kelas, peserta diuji pada skenario nyata sehingga transfer pembelajaran ke praktik usaha menjadi lebih cepat dan terukur.

Reaksi Pejabat dan Pelaku Industri

Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif yang sejalan dengan semangat Jakpreneur dan upaya transformasi digital Pemprov DKI Jakarta. Ia menilai Jakarta sebagai lokasi strategis untuk meluncurkan proyek percontohan yang dapat diperluas ke wilayah lain.

Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menegaskan bahwa infrastruktur digital saja tidak cukup tanpa pendampingan literasi bagi pengguna. Menurut Vicky, Gang Dagang adalah wujud komitmen untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses pembayaran digital tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar transaksi digital dapat mendorong pertumbuhan usaha.

Arman Wiratmoko selaku Chief of Corporate Strategy & Financial Officer Ruangguru menjelaskan bahwa metode belajar sambil bermain efektif meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan bagi pelaku UMKM yang padat aktivitas. Ia berharap game edukasi ini menjadi bekal praktis yang memberikan nilai tambah nyata bagi keseharian pengelolaan usaha peserta.

Peran Regulator dan Harapan Ke Depan

Roes Dina Martha, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Kantor Perwakilan DKI Jakarta, memberi apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam program ini. Ia mengharapkan inisiatif seperti Gang Dagang dapat berkelanjutan dan bersinergi antara pihak swasta, pemerintah daerah, dan otoritas untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM serta memperkuat inklusi dan daya saing ekonomi daerah.

Pihak regulator menilai program ini dapat menjadi model bagi kegiatan serupa yang menggabungkan penyediaan infrastruktur pembayaran dengan peningkatan kapabilitas pengguna. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penguasaan ekosistem pembayaran digital di kalangan UMKM.

Akses Publik dan Insentif Untuk Peserta Berprestasi

Selain 50 peserta terpilih, publik umum tetap dapat mengakses permainan edukatif Gang Dagang secara gratis melalui situs gangdagang.id untuk mengasah kemampuan literasi keuangan dan digital. Akses terbuka ini diharapkan dapat memperluas dampak program ke lapisan pelaku usaha yang lebih luas.

Sebagai motivasi tambahan, pengguna dengan performa terbaik pada papan peringkat nasional berkesempatan memperoleh berbagai insentif, termasuk peluang studi banding ke negara-negara tetangga yang telah menerapkan sistem QRIS antarnegara. Insentif tersebut dimaksudkan untuk memberi perspektif internasional dan memperkuat pemahaman pelaku UMKM terhadap ekosistem pembayaran digital global.

Program Gang Dagang menjadi salah satu contoh inisiatif yang menggabungkan teknologi, pendidikan, dan kebijakan publik untuk mempercepat transformasi digital UMKM. Keberlanjutan dan skala program akan menjadi kunci dalam menentukan seberapa besar kontribusi inisiatif ini terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha kecil di ibu kota dan seterusnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button