Respons Positif RUU Perampasan Aset Dorong IHSG 1,81%

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis 27 Agustus 2026, berada di level 6.521 atau naik 116 poin (1,81 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume transaksi mencapai 35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13 triliun dan frekuensi 1,9 juta kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp11.471 triliun.
Sebanyak 553 saham menguat, 96 saham melemah, dan 138 saham lainnya stagnan pada penutupan perdagangan tersebut.
Di pasar valas, Rupiah ditutup melemah ke posisi Rp17.744 per Dolar AS, turun 19 poin atau 0,11 persen menurut data Bloomberg.
“Ada harapan bahwa pembicaraan antara Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz yang vital dan mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.
Saat ini Iran dan Oman dilaporkan sedang memfinalisasi perincian kesepakatan untuk mengendalikan Selat Hormuz sebagai upaya meredakan ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan Garda Revolusi Iran menyebut kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di Teluk dengan pasar global.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani dijadwalkan bertolak ke Iran pada hari ini untuk memulai kembali pembicaraan diplomatik guna mengakhiri konflik yang berlangsung hampir enam bulan.
Amerika Serikat disebut menghentikan serangan terhadap Iran selama sekitar satu bulan namun tetap menjalankan tekanan ekonomi yang lebih besar terhadap Tehran.
“Langkah ini telah meningkatkan harapan investor akan meredanya gangguan pasokan dari kawasan Teluk,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.
Di dalam negeri, pasar turut merespons aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada hari yang sama.
“Pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang berlangsung secara tertib dan damai tanpa kerusuhan, dengan sejumlah anggota DPR menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan aspirasi,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.
Sementara itu, DPR RI tetap menjalankan agenda sidang paripurna yang di antaranya memuat laporan Komisi III mengenai perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset.
“Masih ada Agustus, September, Oktober, November, Desember. Artinya masih kurang lebih 4-5 bulan lagi,” ujar Puan Maharani, Ketua DPR.
“Jadi insyaallah penutupan tahun 2026 itu kan 31 Desember RUU Perampasan Aset ini akan kami selesaikan pada tanggal 15 Desember tahun 2026,” ujar Puan Maharani, Ketua DPR.
Perpaduan sentimen global terkait diplomasi Teluk dan dinamika politik domestik menjadi faktor yang dipantau pelaku pasar menjelang penutupan tahun buku 2026.





