1.500 Stan UMKM Perkuat Ekonomi Lokal di Muktamar ke

Jakarta, Maret.id — Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tampil sebagai arena konsolidasi organisasi sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Panitia penyelenggara meluncurkan bazar UMKM skala besar yang menghadirkan 1.500 stan sepanjang jalan kawasan pesantren untuk menggeliatkan perekonomian warga.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyatakan kesiapan logistik dan fasilitas penunjang ekonomi menjadi fokus utama panitia.
Bazar tersebut berlangsung mulai 20 hingga 31 Agustus 2026 dan dilengkapi panggung hiburan rakyat untuk memeriahkan suasana kegiatan.
“Bazar ini digelar untuk ikut serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar selama perhelatan muktamar berlangsung,” kata Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU.
Gus Ipul menilai program bazar sangat strategis karena muktamar pertama NU di abad kedua ini diperkirakan menyedot kehadiran lebih dari 50.000 rombongan Nahdliyin dari berbagai daerah.
Kehadiran puluhan ribu pengunjung, peserta sidang, dan rombongan penggembira menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha kecil menengah yang menawarkan kuliner, cendera mata, dan produk kerajinan khas daerah.
Penyediaan arena UMKM menegaskan komitmen NU agar setiap helatan besar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal (multiplier effect).
Melalui ribuan lapak dagang yang tertata di sepanjang kawasan Tambakberas, Muktamar ke-35 menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dan kesiapan menghadapi masa depan dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan warga.
Muktamar ke-35 dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Event ini dipandang sebagai contoh bagaimana perhelatan keagamaan besar dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mempererat jaringan sosial antarwilayah di tingkat nasional.





