EPAC Hentikan Operasional MES untuk Perbaiki Rasio Keuangan

Jakarta, Maret.id — PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menata kembali operasional bisnisnya dengan menghentikan operasional MES paling lambat 31 Desember 2026.
Langkah ini ditempuh setelah manajemen mengevaluasi kontribusi MES terhadap kinerja keuangan konsolidasi perseroan.
Pengumuman tercatat dalam keterbukaan informasi EPAC di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 28 Agustus 2026.
EPAC selama ini menjalankan bisnis kemasan fleksibel melalui dua metode produksi, yakni MES yang menangani produksi konvensional memakai teknologi cetak rotogravure dan PT Epac Flexibles Indonesia (EFI) yang mengoperasikan teknologi digital printing.
MES memproduksi kemasan melalui proses konversi bijih plastik menjadi kantong atau pouch, termasuk kemasan untuk merek FMCG dan kantong polos.
“Operasional dari MES menimbulkan beban bagi performa EPAC secara konsolidasi…” ujar Manajemen EPAC, Manajemen Perseroan.
Penilaian manajemen tercermin pada perbandingan kinerja aktual EPAC dengan proforma keuangan jika MES tidak beroperasi, di mana berdasarkan proforma hingga kuartal II 2026 rugi bersih sekitar Rp2,8 miliar berpotensi berubah menjadi laba bersih sekitar Rp1,7 miliar apabila operasional MES dihentikan sejak awal tahun.
Dalam skenario yang sama EPAC mencatat Earnings per Share (EPS) sebesar Rp0,51, dan dengan menggunakan harga penutupan saham EPAC pada Selasa, 30 Juni 2026 sebesar Rp69 rasio Price to Earnings (PER) tercatat 135,29 kali.
Atas evaluasi tersebut EPAC akan menghentikan operasional MES secara bertahap dengan batas waktu penyelesaian paling lambat 31 Desember 2026.
“EPAC berencana untuk menghentikan operasional MES…” ujar Manajemen EPAC, Manajemen Perseroan.
Manajemen menyatakan langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta memperbaiki hasil usaha dan kinerja keuangan perseroan pada tahun-tahun mendatang.
“Diharapkan dengan adanya penghentian operasional tersebut, di tahun-tahun selanjutnya, EPAC dapat mengalami peningkatan hasil dan kinerja secara substansial…” ujar Manajemen EPAC, Manajemen Perseroan.





