Ekonomi

Wall Street Menguat Didorong Lonjakan Saham Nvidia

Jakarta, Maret.id — Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, waktu Amerika Serikat (AS).

Pasar kembali bergairah setelah ekspektasi kuat terhadap kinerja Nvidia berhasil menghidupkan kembali optimisme investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI).

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan pasar dengan melonjak 411,16 poin atau 1,57 persen ke level 26.541,35.

Pergerakan positif juga dicetak oleh indeks S&P 500 yang naik 55,29 poin atau 0,72 persen menjadi 7.730,99, serta Dow Jones Industrial Average yang bertambah 105,56 poin atau 0,20 persen ke posisi 53.569,44.

Lonjakan pasar ini terutama ditopang oleh saham Nvidia yang melesat 8,7 persen setelah raksasa semikonduktor ini merilis proyeksi pendapatan yang kuat.

Kenaikan Nvidia memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan terhadap teknologi AI masih memiliki ruang tumbuh yang luas.

Dampak positif dari laporan Nvidia turut merembet ke saham-saham chip lainnya dengan indeks semikonduktor secara keseluruhan naik 2,3 persen.

Sektor teknologi informasi S&P 500 melompat 3,4 persen dan keluar sebagai sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor utama.

Sejumlah saham teknologi lain turut mencatat lonjakan tajam, termasuk Salesforce yang melesat 22,6 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya.

CrowdStrike juga naik 20,5 persen usai membukukan laba kuartal II di atas ekspektasi pasar.

Kinerja gemilang Salesforce dan CrowdStrike meredakan kekhawatiran bahwa perkembangan AI akan mengganggu bisnis perangkat lunak tradisional dan turut mengangkat saham ServiceNow serta Palo Alto Networks.

Kendati demikian, beberapa saham bergerak di zona merah, dengan Moderna melemah 4,6 persen akibat rencana penerbitan obligasi konversi senilai 2 miliar Dolar AS.

Saham HP turun hampir 3 persen menyusul penurunan pengiriman serta margin bisnis PC pada kuartal ketiga.

Selepas euforia laporan Nvidia mereda, fokus investor kini beralih pada langkah bank sentral.

Pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah suku bunga dan pandangan terhadap inflasi.

Sikap hati-hati investor juga dipicu oleh data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan.

Di sisi lain, ekonomi AS masih ditopang oleh pasar tenaga kerja yang tangguh, terlihat dari klaim tunjangan pengangguran awal yang turun untuk pekan kedua beruntun ke level terendahnya dalam sebulan.

Pergerakan indeks saham pada perdagangan ini mencerminkan ketergantungan pasar terhadap perkembangan teknologi AI sekaligus sensitivitas terhadap sinyal kebijakan moneter.

Investor global kini memantau baik laporan korporasi teknologi besar maupun indikator makro untuk menilai prospek pertumbuhan dan tekanan inflasi di tengah dinamika pemulihan ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button