Rupiah Menguat, Pasar Pantau Sentimen Global, Kebijakan BI

Jakarta, Maret.id — Mengutip data Bloomberg hingga pukul 10.15 WIB, rupiah menguat 45 poin atau 0,25 persen ke Rp17.699 per Dolar AS.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespons aksi demonstrasi di depan Gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurut Ibrahim, sentimen positif muncul setelah sejumlah anggota DPR menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi termasuk tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang berlangsung secara tertib dan damai tanpa kerusuhan, dengan sejumlah anggota DPR menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan aspirasi,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.
Pada saat bersamaan, DPR RI tetap menjalankan agenda sidang paripurna yang salah satunya memuat laporan Komisi III mengenai perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset.
Ketua DPR Puan Maharani menyatakan DPR masih memiliki waktu sekitar empat hingga lima bulan untuk menuntaskan seluruh proses pembahasan RUU tersebut.
“Jadi insyaallah penutupan tahun 2026 itu kan 31 Desember RUU Perampasan Aset ini akan kami selesaikan pada tanggal 15 Desember tahun 2026,” ujar Puan Maharani, Ketua DPR.
Sentimen eksternal juga menjadi perhatian pasar, khususnya harapan perkembangan positif dalam pembicaraan Iran dan Qatar yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Ibrahim mengatakan pembukaan kembali jalur strategis tersebut dapat mengurangi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah dan menyebut Iran serta Oman tengah memfinalisasi perincian kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Fokus pasar pada perdagangan hari ini juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberi petunjuk arah suku bunga AS ke depan.
“Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat,” ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Keuangan.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.740–Rp17.790 per Dolar AS pada perdagangan hari ini.
Perkembangan nilai tukar dan sentimen geopolitik ini menjadi perhatian pelaku pasar dan pembuat kebijakan terkait stabilitas ekonomi domestik serta pasokan energi global.





