PLN Serap 223.584 MWh/Tahun dari PSEL Bekasi Perkuat Pasokan

Jakarta, Maret.id — PT PLN (Persero) memperkuat dukungan terhadap program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menandatangani Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) pada agenda peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan hambatan regulasi dan perizinan selama ini menjadi penghambat utama pengembangan waste to energy di Indonesia. “Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan. Zulkifli juga menyinggung lamanya proses perizinan yang membuat hanya sedikit proyek yang berjalan dalam kurun waktu belasan tahun. “Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut pembangunan PSEL Kota Bekasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan sampah di wilayahnya. “Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Dedi menekankan bahwa pembangunan fasilitas semacam ini harus disertai perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi berbagai pihak untuk menjawab tantangan darurat sampah. “Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi,” kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia. “PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia. “Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga,” kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia.
Pandu merinci bahwa PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menangani lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun, menekan kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir sekitar 90 persen, serta menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.
Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto 27,4 MW. Fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik per tahun yang setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga berdaya rata-rata 450 VA.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan PSEL akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Bekasi. “Demand listrik di Bekasi cukup tinggi,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN. “Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN. Darmawan menegaskan tujuan utama pembangunan PSEL adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih, dengan listrik sebagai produk turunan dari proses pengolahan sampah. “Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN. “Listrik hanyalah by-product dari program ini,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.





