Ekonomi

Purbaya Prediksi Sentimen Negatif Mereda, IHSG Bisa Tembus

Jakarta, Maret.id — Purbaya Yudhi Sadewa, pejabat di Kementerian Keuangan, menyatakan tekanan di pasar obligasi diperkirakan akan mereda pada pertengahan pekan ini. Pernyataan itu disampaikan saat ia tiba di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026, untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Tekanan di Pasar Obligasi

Purbaya mengatakan pemerintah sudah mulai masuk ke pasar obligasi secara bertahap untuk meredam tekanan pasar. Ia menambahkan bahwa investor asing juga mulai kembali masuk sehingga diharapkan tekanan pada obligasi dan nilai tukar akan berkurang.

Pergerakan itu menurutnya akan berdampak pada sentimen pasar yang lebih luas. “Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar,” ujar Purbaya.

Reaksi Pasar Saham dan Nilai Tukar

Kekhawatiran pelaku pasar muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin pagi anjlok 138 poin atau 2,06 persen ke level 6.584. Tekanan jual yang kuat pada sesi awal perdagangan juga sempat diikuti pelemahan rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS.

Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah kebijakan fiskal dan intervensi pasar diarahkan untuk menstabilkan situasi tersebut. Ia mengatakan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan otoritas terkait berjalan intensif untuk merespons volatilitas pasar.

Keyakinan pada Kondisi Fiskal

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai pelemahan rupiah, Purbaya memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap solid. Ia mengundang publik untuk menunggu konferensi pers yang akan digelar esok hari seputar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya membantah narasi negatif dari sejumlah pihak tentang kondisi APBN pemerintah saat ini. “Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus,” kata dia, seraya meminta pemahaman lebih terhadap langkah-langkah yang sedang dijalankan pemerintahan.

Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Lebih jauh, Purbaya memaparkan bahwa strategi pertumbuhan nasional tidak semata bergantung pada belanja pemerintah. Ia menekankan pengaktifan sektor swasta sebagai pendorong pertumbuhan sehingga ekspansi ekonomi menjadi lebih berimbang.

Ia mencontohkan capaian pertumbuhan kuartal pertama yang mencapai sekitar 5,6 persen, yang menurutnya ditopang oleh pergerakan sektor swasta selain belanja pemerintah. Upaya mendorong partisipasi investasi swasta, menurut Purbaya, menjadi fokus untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

Langkah Kebijakan ke Depan

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan kebijakan bila diperlukan. Koordinasi lintas kementerian dan otoritas moneter dinilai penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari itu disebut sebagai salah satu forum untuk menyelaraskan langkah kebijakan fiskal dan strategi stabilisasi pasar. Pemerintah berharap kombinasi intervensi pasar dan sinyal kebijakan yang jelas dapat meredam volatilitas dan mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button