Ekonomi

Jakarta Tawarkan 37 Proyek Investasi Senilai Rp115 Triliun

Jakarta, Maret.id — Pemprov DKI Jakarta kembali menawarkan berbagai peluang investasi melalui Jakarta Investment Festival (JIF) 2026 yang digelar selama dua hari di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.

Forum tahunan ini diselenggarakan melalui Jakarta Investment Centre (JIC) sebagai ruang untuk mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan guna membangun kerja sama strategis.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa JIF 2026 menawarkan paket proyek investasi dengan nilai indikatif mencapai Rp115 triliun atau sekitar 7 miliar dolar AS.

Nilai tersebut mencakup 37 proyek ready to offer yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan program pengembangan kawasan.

Pengembangan ditargetkan pada 13 kawasan prioritas di Jakarta, antara lain Bumi Perkemahan Ragunan; Ancol–Jakarta International Stadium (JIS); Blok M–ASEAN; Kota Tua–Harmoni; Cawang Hub; Dukuh Atas; Waduk Melati; Monumen Nasional (Monas); Pasar Baru; Cikini; Grogol–Petamburan; Velodrome; serta Kepulauan Seribu dan Kawasan Pesisir Jakarta.

“Melalui JIF 2026, diharapkan terbuka semakin banyak peluang investasi, terbangun koneksi dan kolaborasi strategis, serta terjadi pertukaran gagasan mengenai bagaimana investasi, inovasi, infrastruktur, dan kolaborasi dapat mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan saat paparannya pada Jumat, 28 Agustus 2026.

JIF 2026 mengusung tema “Advancing Today, Securing Tomorrow” dan menghadirkan lebih dari 60 kolaborator, 60 pembicara, 37 proyek investasi, 20 sesi, serta 30 stan pameran.

Rangkaian kegiatan mencakup forum bisnis, seminar, pameran, lokakarya, sesi pertemuan satu lawan satu (one-on-one session), dan investor gathering.

JIF Summit sebagai puncak acara terdiri atas Opening Ceremony, Plenary Discussion, Thematic Discussion, Project Booth, hingga Closing Ceremony.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani; serta Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Heru Hermawanto.

Jakarta Investment Centre sebagai penyelenggara menyiapkan sesi pertemuan satu lawan satu untuk mempertemukan pemilik proyek dengan investor demi percepatan penjajakan dan realisasi investasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button