Negara Besar Bersaing di Pasar Halal RI, Tekanan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Pasar halal Indonesia menjadi incaran pelaku usaha asing seiring besarnya jumlah konsumen muslim di Tanah Air.
China, Korea Selatan, dan Thailand disebut agresif menyiapkan produk halal untuk masuk ke pasar Indonesia.
Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI), Fariza Y. Irawady, mengatakan Indonesia memiliki hampir 260 juta penduduk muslim dari total 291 juta jiwa.
“Sehingga kita adalah pasar konsumen halal terbesar di dunia. Data ini aja kalau dibaca oleh pebisnis, ini sudah akan menggairahkan mereka,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).
Menurut Fariza, besarnya pasar tersebut membuat sejumlah negara mulai membangun ekosistem bisnis halal untuk merebut konsumen Indonesia.
“Thailand siap bangun jaringan bisnis halal di Indonesia. Restoran Korea garap produk halal demi masuk pasar Indonesia. China agresif garap produk halal di Indonesia,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).
Fariza mengungkapkan agresivitas itu tampak dari banyaknya produsen asing yang sedang mengurus sertifikasi halal untuk memasuki pasar Indonesia.
Saat melakukan assessment terhadap sebuah lembaga halal di Korea Selatan, ia mendapat informasi terdapat 250 produsen halal Korea yang mengantri untuk masuk ke pasar Indonesia.
“Saat ini di lembaga halalnya sudah mengantri 250 produsen halal, kosmetik, makanan, minuman asal Korea yang akan masuk ke Indonesia,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).
Dari China, Fariza menyebut jumlah produsen yang berminat jauh lebih besar dengan angka yang mencapai ratusan ribu.
“Sebulan sebelumnya saya juga ke China, itu ada 250 ribu produsen China yang akan masuk ke Indonesia menggunakan sertifikat halal,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).
Agresivitas Korea Selatan juga terlihat melalui rencana pembangunan Korea Halal Center di Fatmawati yang akan menjadi showcase produk kosmetik, makanan, dan minuman Korea.
“Bayangkan sebegitu intensifnya mereka untuk masuk ke Indonesia,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).
Fariza meminta pelaku usaha dalam negeri tidak melihat kewajiban sertifikasi halal sebagai beban dan mendorong pemanfaatan pasar tersebut sebagai peluang.
Kewajiban sertifikasi halal yang berlaku penuh mulai 18 Oktober 2026 dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat daya saing produsen Indonesia.
“Jangan dianggap ini sebagai beban. Karena kalau Anda tidak memanfaatkan peluang ini, lihat data yang tadi. Para pelaku usaha dari Thailand, para pelaku usaha dari China, para pelaku usaha dari Korea Selatan,” kata Fariza Y. Irawady, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI).





