Wall Street Melemah Investor Cermati Isi Pidato Kevin Warsh

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, waktu setempat.
Investor mencermati pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menegaskan pentingnya menekan inflasi.
Indeks S&P 500 turun 0,25 persen menjadi 7.711,76, Nasdaq Composite melemah 0,52 persen ke level 26.402,42, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,02 persen menjadi 53.559,99.
Meski berakhir melemah, ketiga indeks utama Wall Street masih mencatat kenaikan sepanjang pekan dengan S&P 500 menguat 0,49 persen, Nasdaq bertambah 0,85 persen, dan Dow Jones naik 0,53 persen.
Tekanan pasar menguat setelah pernyataan yang menilai inflasi belum menunjukkan penurunan yang cukup jelas dan cepat menuju target Fed sebesar 2 persen.
“Tanpa keyakinan bahwa inflasi menuju dengan jelas dan cukup cepat ke target 2 persen yang ditetapkan Fed, bank sentral akan memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve.
Pernyataan tersebut mendorong investor meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada September.
Dari sisi saham, Nvidia menjadi salah satu pemberat utama Wall Street dengan penurunan 4,6 persen, sementara Marvell Technology anjlok 10,3 persen.
Kejatuhan Marvell dipicu kekhawatiran mengenai waktu pengakuan pendapatan dari kesepakatan chip kecerdasan buatan dengan Google, meski perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan 2027.
Namun sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar justru menguat, dengan Alphabet naik 1,7 persen dan Apple bertambah 1,6 persen.
Penguatan saham-saham tersebut membantu sektor jasa komunikasi menjadi kontributor terbesar terhadap S&P 500.
Salesforce juga menguat 1,6 persen dan turut menopang pergerakan Dow Jones.
Pergerakan tajam tercatat pada beberapa saham individual, termasuk PayPal yang anjlok 12,7 persen setelah muncul laporan bahwa konsorsium Advent dan Stripe menghentikan upaya mengambil alih perusahaan pembayaran tersebut.
Sebaliknya, saham Gap melonjak hampir 13 persen setelah perusahaan menunjuk Michael Francis sebagai CEO baru Old Navy sekaligus menaikkan proyeksi laba tahunannya.
Secara keseluruhan tekanan jual masih lebih dominan, tercermin dari rasio saham turun terhadap naik di New York Stock Exchange yang mencapai 1,77 banding 1.
Di Nasdaq sebanyak 3.272 saham melemah sementara 1.494 saham menguat, dan total volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,68 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 15,8 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.





