Ekonomi

Dony Oskaria Ungkap Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Target

Jakarta, Maret.id — Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasuki tahap yang lebih konkret.

Dari hasil pemetaan terhadap 1.074 perusahaan, sekitar 290 perusahaan telah diselesaikan atau ditutup dalam satu setengah tahun terakhir.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penataan dilakukan berdasarkan tinjauan fundamental terhadap setiap perusahaan BUMN.

Setiap perusahaan dinilai menggunakan sejumlah parameter seperti benchmark global, model bisnis, sumber dan komposisi pendapatan, struktur biaya, kondisi serta pangsa pasar, dan kemampuan internal perusahaan.

Hasil kajian kemudian menentukan langkah berbeda untuk setiap entitas, termasuk likuidasi bagi yang tidak prospektif, divestasi untuk non-inti yang masih bernilai, serta konsolidasi bagi bisnis serupa.

“Perusahaan-perusahaan ini masuk proses konsolidasi (merger) sehingga punya size yang cukup kompetitif,” ujar Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara.

Konsolidasi dilakukan antara lain terhadap lima perusahaan aset manajemen, dan Danantara tengah menggabungkan 23 perusahaan kawasan industri menjadi Danantara Industrial Estate dengan total lahan sekitar 35 ribu hektare.

Langkah serupa diterapkan di sektor kesehatan melalui konsolidasi rumah sakit, sementara di sektor logistik dan asuransi terdapat 16 dan 15 perusahaan yang dipetakan untuk dikonsolidasikan.

Untuk perusahaan yang masih prospektif tetapi membutuhkan pembenahan, Danantara menempuh restrukturisasi yang mencakup penataan keuangan, perubahan model bisnis, dan pembenahan organisasi.

Restrukturisasi keuangan dapat dilakukan melalui aksi korporasi seperti penambahan modal, restrukturisasi kredit, atau haircut, sedangkan restrukturisasi bisnis diarahkan pada perubahan model usaha dan organisasi agar lebih sehat dan kompetitif.

“Nah inilah yang sudah dilakukan selama satu setengah tahun, yang hasilnya bahwa kita sudah menyelesaikan kurang lebih 290 perusahaan yang sudah kita selesaikan atau kita tutup,” ujar Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara.

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara yang disiarkan baru-baru ini dan dikutip pada Sabtu 29 Agustus 2026.

Penataan akan terus dilanjutkan sehingga jumlah perusahaan BUMN menjadi jauh lebih ramping dari 1.074 yang teridentifikasi pada awal pemetaan.

“Kita berharap sampai dengan akhir tahun ini perusahaan dari 1.074 itu tinggal menjadi 254 perusahaan yang solid, strong, dan semuanya untung,” ujar Dony Oskaria, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara.

Target ini menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak sekadar mengejar pengurangan jumlah perusahaan tetapi membangun struktur yang lebih sederhana dan efisien.

Danantara berupaya menciptakan perusahaan dengan skala usaha lebih besar, daya saing lebih kuat, serta kemampuan mencetak keuntungan.

Dengan konsolidasi dan restrukturisasi, penataan BUMN diarahkan untuk mengubah struktur yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terkonsolidasi dan memiliki kekuatan bisnis yang lebih besar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button