Anggaran MBG 2026 Dipangkas Lagi Jadi Rp229 Triliun

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 kembali mengalami penyesuaian setelah dilakukan penyisiran dan efisiensi. Kepala BGN Sudaryono mengatakan pagu yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp268 triliun disisir menjadi Rp229 triliun. Dari pagu tersebut, realisasi anggaran per Kamis 27 Agustus 2026 tercatat telah mencapai Rp117 triliun atau lebih dari separuh total anggaran yang tersedia. “Jadi dari Rp268 triliun itu kemudian kami sisir, kami efisiensi menjadi Rp229 triliun. Dari Rp229 triliun itu, terpakailah Rp117 triliun,” ujar Sudaryono, Kepala BGN. Sebagai informasi, pagu awal MBG dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp335 triliun sebelum dipangkas menjadi Rp268 triliun melalui efisiensi anggaran. Salah satu langkah efisiensi yang ditempuh adalah pengurangan operasional hari penyaluran MBG. Dengan penyesuaian terbaru, pagu MBG 2026 telah berkurang sekitar 31,6 persen dibandingkan pagu awal. Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah menyiapkan pagu MBG sebesar Rp240 triliun. Sudaryono menyatakan hampir seluruh anggaran 2027, yakni 97 persen, akan digunakan untuk pelaksanaan program MBG. Adapun 3 persen sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional BGN, termasuk pengawasan serta pembayaran gaji pegawai dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Jadi untuk operasional BGN sendiri sebetulnya hanya sekitar 3 persen dari anggaran itu, sekitar Rp6 triliun lah. Kan SPPG itu kan statusnya PPPK digaji di tempat kami, jumlah totalnya 30.000 lebih,” ujar Sudaryono, Kepala BGN. Pernyataan tersebut disampaikan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dan dikutip pada Sabtu, 29 Agustus 2026.





