Ekonomi

Chevron Perluas Proyek Minyak di Venezuela, Dorong Investasi

Jakarta, Maret.id — Chevron, perusahaan minyak asal Amerika Serikat, diperkirakan segera merampungkan kesepakatan dengan pemerintah Venezuela untuk memindahkan sekaligus memperluas sejumlah proyek minyak di negara tersebut. Kesepakatan ini akan memberi Chevron kendali lebih besar atas operasi dan pengembangan sejumlah ladang minyak utama Venezuela. Informasi yang beredar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 menyebutkan Chevron akan memasukkan seluruh usaha patungannya di Venezuela ke dalam kerangka energi baru negara itu dan pengumuman diperkirakan dilakukan pada Rabu pekan depan. Salah satu bagian utama kesepakatan adalah pertukaran aset yang memungkinkan proyek minyak mentah berat Petropiar diperluas ke blok Ayacucho 8 yang berada di dekatnya. Petropiar merupakan proyek minyak terbesar Chevron di Venezuela dan berada di kawasan Sabuk Orinoco yang diketahui memiliki cadangan minyak sangat besar. Negosiasi juga mencakup rencana memperluas proyek Chevron lainnya serta pembahasan kemungkinan menambahkan area minyak baru bersama Kementerian Perminyakan Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA. Jika terealisasi, kesepakatan ini akan memperluas ruang gerak Chevron di Venezuela dengan peluang untuk mengembangkan wilayah produksi baru di salah satu kawasan dengan cadangan terbesar di dunia. Perkembangan ini mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan minyak yang diklaim akan memberi Amerika Serikat kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela. “Transaksi ini akan sangat memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Venezuela dan Amerika Serikat…” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Di pasar global, harga minyak masih bergerak di tengah ketidakpastian geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak mentah Brent turun 0,43 persen menjadi 89,31 Dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate turun 0,16 persen menjadi 83,40 Dolar AS per barel. Kesepakatan potensial ini dipandang memiliki implikasi strategis terhadap dinamika energi global, hubungan ekonomi bilateral, dan pasokan minyak mentah berat yang dapat memengaruhi pasar internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button