Investor Diajak ke 37 Proyek Investasi Strategis Jakarta

Jakarta, Maret.id — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis bernilai indikatif sekitar Rp115 triliun kepada investor domestik dan global dalam Jakarta Investment Festival (JIF) 2026.
Menurut Fahira portofolio proyek itu menjadi peluang penting untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global sekaligus memperkuat manfaat pembangunan bagi warga.
Ia menilai keragaman proyek yang ditawarkan menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya mencari investasi untuk memperbesar aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka ruang kemitraan untuk menjawab berbagai kebutuhan kota.
Portofolio yang ditawarkan mencakup hunian dan perhotelan, komersial dan kawasan terpadu, Transit-Oriented Development (TOD), olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, utilitas, transportasi, serta pengembangan kawasan tepi air.
“Jakarta membutuhkan investasi berkualitas yang membawa modal sekaligus teknologi, keahlian, inovasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat peningkatan kualitas kota,” ujar Fahira Idris, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta. Pernyataan tersebut dikutip Minggu 30 Agustus 2026.
Senator Jakarta ini mengungkapkan setidaknya terdapat lima alasan mengapa keterlibatan investor dalam proyek-proyek tersebut strategis bagi masa depan Jakarta.
Pertama, mempercepat transformasi fisik dan pelayanan Jakarta sebagai kota global.
Kedua, memperluas sumber pembiayaan pembangunan Jakarta.
Ketiga, menciptakan pusat pertumbuhan baru dan efek berganda bagi ekonomi warga.
Keempat, mempercepat pengembangan kota berbasis transportasi dan konektivitas.
“Kelima, memperkuat kepercayaan dan daya saing Jakarta sebagai destinasi investasi global,” ujar Fahira Idris, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta.
Fahira mengingatkan investasi global kini semakin selektif sehingga Jakarta harus menawarkan bukan hanya besarnya pasar, tetapi juga kepastian kebijakan, kemudahan berusaha, kualitas infrastruktur, talenta, keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta proyek yang layak secara ekonomi dan memberi manfaat sosial.
“Kita membutuhkan investor yang bukan hanya melihat Jakarta sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang untuk membangun kota yang lebih maju, hijau, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Fahira Idris, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta.





