Penjualan LCGC di Dealer Naik, Pasokan Pabrik Menurun

Jakarta, Maret.id — Penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) menunjukkan pergerakan berbeda antara wholesales dan retail sepanjang Januari–Juli 2026, dengan wholesales turun 14,7 persen dari 10.694 unit pada Januari menjadi 9.127 unit pada Juli, sementara penjualan retail naik 9 persen dari 9.653 unit menjadi 10.519 unit.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor dan Industri Mobil (GAIKINDO) per Minggu, 30 Agustus 2026, total wholesales LCGC pada periode Januari–Juli mencapai 64.633 unit.
Penjualan wholesales LCGC sempat mencapai level tertinggi pada Februari dengan 11.412 unit.
Setelah itu, angkanya turun menjadi 6.725 unit pada Maret dan kembali naik menjadi 8.992 unit pada April.
Pada Mei, wholesales tercatat 8.232 unit dan meningkat menjadi 9.451 unit pada Juni.
Namun angka wholesales kembali turun menjadi 9.127 unit pada Juli.
Sementara itu, penjualan retail LCGC tercatat 9.653 unit pada Januari dan meningkat menjadi 11.000 unit pada Februari.
Penjualan retail berada pada 9.452 unit pada Maret dan 9.184 unit pada April.
Pada Mei, retail tercatat 9.462 unit dan meningkat menjadi 10.266 unit pada Juni.
Pada Juli, penjualan dari dealer ke konsumen tercatat 10.519 unit, lebih tinggi dibandingkan wholesales yang mencapai 9.127 unit.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan penjualan LCGC di tingkat konsumen masih tumbuh dibanding awal tahun, meski penjualan dari pabrik ke dealer berada di bawah level Januari.
Perbedaan antara angka wholesales dan retail menunjukkan adanya ketidaksesuaian laju pasokan dari pabrik ke dealer dan penyerapan di tingkat konsumen.
Perkembangan ini menjadi catatan penting bagi produsen, pelaku distribusi, dan pemangku kebijakan yang memantau dinamika permintaan domestik serta manajemen rantai pasokan sektor otomotif nasional.





