BWPT Siap Bagikan Dividen, Genjot EBITDA dan Ekspansi Biogas

Jakarta, Maret.id — PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menatap masa depan bisnis kelapa sawit dengan optimisme setelah menyelesaikan kuasireorganisasi strategis.
Emiten berkode saham BWPT memberi sinyal kuat akan kembali membagikan imbal hasil kepada pemegang saham dengan peluang dividen interim yang tengah dikaji untuk direalisasi pada tahun berjalan atau paling lambat pada periode 2026-2027.
Direktur PT Eagle High Plantations Tbk, Chong Kamlong, menegaskan kuasireorganisasi tersebut dirancang untuk menghapus akumulasi rugi sisa masa lalu dan membuka ruang legal serta finansial bagi pembagian imbal hasil.
“Kami sedang mengkaji peluang pembagian dividen interim tahun ini, dengan target finalisasi rencana dividen pada tahun 2026 atau 2027. Kuasireorganisasi dilakukan secara khusus untuk membuka peluang pembagian imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan bagi pemegang saham,” kata Chong Kamlong, Direktur PT Eagle High Plantations Tbk. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Hingga triwulan ketiga kinerja keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan laba double digit dibandingkan capaian 2025. EBITDA melonjak dari kisaran Rp100–200 miliar beberapa tahun lalu menjadi sekitar Rp1,6 triliun dan terus menguat pada Semester I-2026.
Rencana pembagian dividen saat ini menunggu persetujuan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. Untuk menjaga keandalan operasional jangka panjang, BWPT mengalokasikan CAPEX sebesar 3–5% dari pendapatan tahunan atau sekitar Rp300 miliar per tahun.
Alokasi CAPEX dilakukan secara hati-hati untuk peremajaan aset dan pembenahan infrastruktur operasional strategis, termasuk proyek Alperan dan BKS.
Perseroan juga mendorong proyek nilai tambah melalui pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP) dengan investasi sekitar Rp100 miliar. Proyek KCP tersebut diproyeksikan menghasilkan tingkat pengembalian investasi double digit sekaligus mendukung perawatan rutin pabrik.
Menjawab kekhawatiran pasar terkait cuaca kering dan ancaman El Niño, Direksi PT Eagle High Plantations Tbk, Andrew, mengatakan Perseroan menerapkan sistem deteksi dini berbasis teknologi mutakhir. Sistem itu mengombinasikan pemantauan satelit NASA, penggunaan drone pada menara pantau api, patroli rutin di area rawan, serta penyediaan pompa air berkapasitas tinggi di lapangan.
Langkah preventif tersebut efektif meminimalkan dampak El Niño sehingga volume produksi tahun berjalan belum mengalami gangguan signifikan. Kesiapan infrastruktur sejak akhir Q4 2024 hingga Semester I menjadi modal kuat Perseroan menyongsong puncak masa panen di Semester II.
Pada sisi efisiensi biaya operasional dan energi, BWPT memanfaatkan fasilitas biogas dan biomassa untuk menghemat listrik operasional pabrik serta memasok listrik bagi perumahan karyawan. Ekspansi biogas awalnya di pabrik Kain Penerbangan akan diperluas ke wilayah Kautim dan sekitarnya.
Pengelolaan biaya pupuk dan solar difokuskan pada menjaga kepastian pasokan di tengah fluktuasi harga input. Aplikasi pupuk disesuaikan dengan kondisi cuaca dan dikurangi saat kemarau agar penyerapan nutrisi tanaman lebih optimal.
Meskipun margin sempat tertekan oleh harga pupuk dan solar, nilai pendapatan, margin kotor, dan laba bersih tetap tumbuh double digit yang turut mendorong rasio Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).
Dalam aspek pasokan Tandan Buah Segar (TBS), Perseroan memperkuat jaringan Plasma Mandiri dengan kemitraan yang mencakup pendampingan praktik agronomis terbaik, penyediaan pupuk berkualitas, dan dukungan operasional bagi petani mitra.
Perseroan menjamin penyerapan 100% hasil panen TBS petani mitra sesuai harga resmi pemerintah dan menargetkan penambahan area Plasma Mandiri 5.000 hektar per tahun dengan akumulasi mencapai 40.000 hektar pada 2030.
“Tim khusus telah dibentuk untuk membina hubungan berkelanjutan dengan masyarakat sekitar,” kata Chong Kamlong, Direktur PT Eagle High Plantations Tbk.
Perseroan menegaskan fokus ke depan bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi pertumbuhan yang prudent, berkelanjutan, dan efisien dari sisi modal.
“Manajemen berkomitmen penuh menjaga fundamental keuangan serta memberikan imbal hasil pemegang saham (shareholder return) yang optimal dan berkesinambungan,” kata Chong Kamlong, Direktur PT Eagle High Plantations Tbk.





