Ekonomi

JITEX 2026 Menjadi Ajang Temu Investor, Target Rp16 Triliun

Jakarta, Maret.id JITEX 2026 akan digelar pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dan mempertemukan pelaku usaha, investor, serta pembeli.

Acara ini menampilkan rangkaian agenda bisnis termasuk pameran produk, business matching, forum bisnis dan investasi, serta penandatanganan kerja sama antara pemasok, pembeli, dan investor.

Panitia menetapkan target transaksi dan investasi sebesar Rp16 triliun yang diproyeksikan berasal dari potensi perdagangan dan investasi.

JITEX juga diposisikan sebagai pintu masuk bagi produk lokal, termasuk produk binaan Jakpreneur, untuk menembus jaringan ritel modern dan pasar business to business (B2B).

“ATTEC dan HIPPINDO memiliki jaringan dengan berbagai asosiasi pemasok yang menaungi pelaku UMKM, kami harapkan jaringan ini bisa menjadi jalur bagi produk lokal Jakarta masuk ke ritel modern, restoran, hingga sektor makanan dan minuman,” ujar Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta pada Selasa, 1 September 2026.

Selain memperkuat perdagangan, JITEX menjadi platform penjajakan investasi asing setelah rangkaian investment forum digelar di Guangzhou dan Shenzhen, China, yang hasilnya dibawa untuk mempertemukan calon investor dengan pelaku usaha Indonesia.

“Harapannya mereka tertarik untuk membuka perusahaan dan berusaha di Indonesia, kita juga harapkan mereka dapat membeli barang-barang lokal dan membawa investasi,” ujar Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Mengusung tema “Ignite the Economy”, penyelenggara menargetkan penguatan posisi Jakarta sebagai lokomotif perekonomian nasional melalui aktivitas perdagangan dan investasi yang intensif.

“Jakarta ini sangat sentral, Ignite the Economy ini memang nanti dari Jakarta bisa menyalakan ekonominya,” ujar Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan JITEX 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga dan untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.

“Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,” ujar Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta.

Yustinus menilai pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II menunjukkan kuatnya peran ibu kota sebagai kota jasa dan perdagangan, dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32 persen dan sektor perdagangan besar serta eceran menyumbang 18,24 persen.

“Ini semakin menegaskan peran Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan,” ujar Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta.

Pemprov DKI mendorong JITEX berkembang menjadi forum multipihak yang tidak hanya mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga membahas persoalan praktis dunia usaha seperti perizinan dan pelayanan publik.

Pemprov DKI akan mendorong pengukuran kualitas layanan melalui Service Level Agreement (SLA) untuk memastikan kepastian waktu penyelesaian perizinan bagi investor dan pelaku usaha.

“Kita coba bikin best practice layanan prima, berapa hari, berapa jam yang bisa kita berikan kepada calon investor atau pelaku usaha sehingga mereka betul-betul merasakan kemudahan,” ujar Yustinus Prastowo, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button