BRI Bawa Program Klasterku Hidupku Dorong Ikan Kering Sorong

Jakarta, Maret.id — BRI Unit Dofior di Kota Sorong, Papua Barat Daya mendampingi Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering, melalui program Klasterku Hidupku untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Nursia memulai usaha pengolahan ikan kering pada 2017 dengan modal yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sebelum akhirnya merintis usaha sendiri.
Usaha Nursia menghadapi tantangan karena ketergantungan pada ketersediaan hasil laut yang membuat produksi sangat dipengaruhi kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan.
“Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berusaha untuk tetap bertahan,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
Kebutuhan modal menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan usaha karena pendapatan juga bergantung pada pergerakan harga ikan dan permintaan pasar. “Pada awal merintis saya membutuhkan dana sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membeli ikan sebagai bahan baku. Namun, modal yang terbatas itu mulai menemukan jalan keluar pada akhir tahun yang sama, ketika saya memperoleh pembiayaan dari BRI,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
Hubungan Nursia dengan BRI tidak berhenti pada akses pembiayaan karena melalui pendampingan Mantri BRI, para pelaku usaha di kawasan Jembatan Puri didorong membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong.
Pembentukan klaster memungkinkan pelaku usaha berbagi informasi, mendiskusikan kendala, dan mencari solusi bersama. Anggota klaster juga mendapat pelatihan penguatan merek, pengemasan produk, pemasaran, dan kesempatan mengikuti pameran UMKM BRI untuk memperluas pengenalan produk.
“Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan usaha saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
Salah satu aspek yang paling diapresiasi Nursia adalah pendampingan intensif dari para Mantri BRI.
“Sejak awal bergabung, Mantri BRI sangat ramah dan hal yang paling membekas bagi saya adalah kesabaran para petugas dalam membantu mengatasi kendala administratif dan melengkapi persyaratan yang belum dipahami,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
Pendampingan yang konsisten membuat Nursia merasa dihargai sebagai mitra usaha yang tumbuh bersama BRI. “Kami juga diajarkan cara berdagang secara online dan memasarkan produk melalui media sosial,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
“Pencapaian yang paling kami syukuri adalah dapat membayar kewajiban kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan kredit bermasalah. Kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan modal usaha juga tetap terjaga,” kata Nursia, pelaku usaha pengolahan ikan kering.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu UMKM memperoleh dukungan finansial, meningkatkan kemampuan usaha, dan memperluas akses pasar. “Melalui pendekatan tersebut, BRI berkomitmen mendampingi UMKM Indonesia agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI.





