Kain Nusantara Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Perempuan

Jakarta, Maret.id — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Jalan Pagi–Kuliner Merah Putih yang digelar Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menggabungkan aktivitas jalan pagi dengan kecintaan terhadap kain Nusantara serta rangkaian program di bidang kuliner, kesehatan, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Rangkaian acara juga mencakup flashmob lenggang berkain, Pasar Kain Ngegeratak, penampilan Angklung Gumati Nusantara (Anggun), serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk peserta.
“Kain Nusantara adalah identitas, kekuatan ekonomi, sekaligus warisan peradaban yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum Kowani periode 2024-2029.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan Kowani pada Selasa, 1 September 2026.
Kowani menyoroti bahwa di balik selembar kain Nusantara terdapat ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak perempuan, mulai dari penenun, pembatik, perajin, desainer, pedagang hingga pelaku UMKM.
Oleh karena itu, pelestarian kain Nusantara perlu dikembangkan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan para perempuan dan keluarga yang menjaga keberlanjutan warisan tersebut.
“Gerakan mencintai kain Nusantara harus kita bawa lebih jauh: dari pelestarian budaya menuju pemberdayaan ekonomi, dari komunitas menuju pasar yang lebih luas, dan dari Indonesia menuju dunia,” ujar Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum Kowani periode 2024-2029.
Kowani menilai penyatuan unsur budaya, kesehatan, kuliner, olahraga, dan ekonomi kreatif dalam satu kegiatan merupakan pendekatan relevan untuk membangun gerakan masyarakat yang berdampak.
Kowani berharap gerakan berkain semakin berkembang menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang mampu mengangkat karya perempuan Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.





