Ekonomi

BRI Permudah Akses Pasar Terasi Kumbe Merauke

Jakarta, Maret.id Sugi Wahyuni terus mempertahankan usaha mikro Olahan Terasi Kumbe yang berlokasi di Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Usaha terasi ini merupakan warisan keluarga yang dirintis oleh bapak mertuanya sejak 1992.

Kini Sugi dan keluarganya memegang tongkat estafet untuk terus memproduksi kuliner khas Merauke tersebut.

Kekuatan utama Terasi Kumbe terletak pada komitmen menjaga keaslian bahan baku. “Terasi asli Kumbe itu tidak ada bahan campuran lain. Cuma udang rebon, udang halus, sama garam saja,” ujar Sugi Wahyuni, Pemilik Usaha Mikro Olahan Terasi Kumbe.

Pernyataan itu dikutip Selasa 1 September 2026.

Produk tanpa pewarna maupun pengawet buatan tersebut sepenuhnya mengandalkan garam sebagai pengawet alami. Cita rasa murni dan alami inilah yang membuat Terasi Kumbe diminati pelanggan.

Produk Terasi Kumbe kini tidak hanya beredar di Merauke, tetapi juga kerap dibawa pelanggan ke Tanah Merah, Boven, Makassar, hingga Pulau Jawa.

Namun produksi terasi alami menghadapi tantangan karena ketersediaan udang rebon sangat bergantung pada musim dan kondisi alam. Dalam setahun, udang rebon hanya muncul beberapa kali dalam hitungan minggu sehingga Sugi harus bergerak cepat membeli stok dalam jumlah besar saat musim tiba.

Peran BRI mulai dirasakan sejak 2017 ketika pertemuan Sugi dengan Aida, Mantri BRI, membuka akses permodalan yang dibutuhkan untuk mengamankan stok bahan baku saat musim udang. Dukungan pembiayaan tersebut membantu kelancaran operasional serta memperkuat kapasitas usaha Sugi.

“Alhamdulillah bisa berjalan baik. Ibaratnya kan sudah ditolong,” ujar Sugi Wahyuni, Pemilik Usaha Mikro Olahan Terasi Kumbe.

Sebagian pembiayaan dimanfaatkan untuk menambah aset produktif, termasuk pembelian sebidang tanah yang kemudian ditanami sirih agar aset tersebut mendukung keberlanjutan usaha. Pendanaan juga digunakan untuk memperkuat ketahanan usaha secara bertahap dan bertanggung jawab.

Selain permodalan, BRI mendorong pendekatan klaster usaha yang membentuk ekosistem untuk mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pengembangan yang lebih luas. Pendekatan ini bertujuan agar usaha seperti Terasi Kumbe tumbuh tidak hanya secara individual tetapi bersama komunitas usaha sekitar.

Hubungan antara Sugi dan tim BRI terjalin dengan komunikasi terbuka, layanan responsif, dan ketersediaan tambahan modal ketika potensi usaha terlihat menjanjikan. Kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya memudahkan Sugi mengembangkan usahanya secara bertahap.

Berkat ketekunan menjaga kualitas rasa alami, reputasi Sugi diakui oleh pemerintah daerah. Atas rekomendasi Dinas Perikanan, Sugi diundang menjadi narasumber untuk melatih masyarakat di daerah terpencil seperti Tabonji dalam pembuatan terasi berkualitas.

Terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI terus mendorong penguatan UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat. “BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Karena itu, kami terus mendorong agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan dan berkembang, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan komunitas di sekitarnya,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button