Ekonomi

Destry Kembalikan RDG Bulanan BI Tatap Muka Pengaruhi Pasar

Jakarta, Maret.id Bank Indonesia (BI) berencana kembali menggelar konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan secara tatap muka setelah lebih dari setahun pelaksanaan dilakukan secara daring.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pelaksanaan RDG Bulanan secara offline akan dikembalikan seperti mekanisme awal meski waktu penerapannya masih belum ditentukan.

Pernyataan itu disampaikan di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

“Terkait dengan untuk yang RDG nanti, RDG bulanan, kita memang berencana nanti kita akan kembali ke normal (offline), tapi kapannya tentu kita akan lihat nanti,” ujar Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Pelaksanaan RDG Bulanan BI sebelumnya rutin digelar secara tatap muka, namun sejak April 2025 pada masa Gubernur sebelumnya Perry Warjiyo mekanismenya diubah menjadi daring setiap bulan.

Kini format tatap muka kembali dipertimbangkan karena dinilai dapat meningkatkan efektivitas pembahasan dengan memungkinkan interaksi yang lebih intensif antaranggota rapat.

“Tapi paling tidak kita akan mengarah ke sana sehingga kita bisa interaktif lebih enak ya,” ujar Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

Kendati demikian, Destry menuturkan penerapan RDG secara tatap muka masih menunggu kesiapan teknis.

“Tapi itu nanti kita akan lihat dulu kapan kita bisa offline, tempatnya sudah ada atau belum kan tergantung nanti tempat-tempat dari DKom (Departemen Komunikasi BI) menyiapkannya,” ujar Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia.

RDG Bulanan merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di Bank Indonesia yang digunakan untuk mengevaluasi bauran kebijakan yang telah ditempuh serta menentukan arah kebijakan ke depan.

Pelaksanaan RDG mengacu pada Pasal 43 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang terakhir diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023.

Berdasarkan ketentuan tersebut, RDG diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter.

RDG Bulanan berlangsung selama dua hari berturut-turut sebagai satu kesatuan rapat dan pada hari pertama pembahasan difokuskan pada evaluasi kondisi dan prospek perekonomian, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran.

Hasil evaluasi tersebut dipadukan dengan sejumlah opsi bauran kebijakan, sementara pada hari kedua RDG membahas rekomendasi sekaligus menetapkan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam satu bauran kebijakan.

Peralihan kembali ke tatap muka dinilai dapat memperkuat efektivitas pembahasan internal BI dalam merespons dinamika ekonomi nasional dan global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button