Bursa Asia Variatif Terdampak Aksi Jual Obligasi Global

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, di tengah tekanan dari aksi jual obligasi global dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Data pembukaan perdagangan menunjukkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,86 persen, sementara Kosdaq yang didominasi saham berkapitalisasi kecil turun 0,19 persen.
Di Jepang, Nikkei 225 bergerak relatif datar, sedangkan Topix menguat 0,65 persen.
Pergerakan positif juga terlihat di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,12 persen.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.367, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.311,21, mengindikasikan pembukaan pasar yang berpotensi menguat.
Sentimen investor Asia masih dibayangi tekanan di pasar obligasi global setelah pada Rabu harga obligasi pemerintah di berbagai negara turun tajam, melanjutkan tren pelemahan dan mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Tekanan pasar tersebut terjadi bersamaan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah, yang turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global dan membuat pasar bergerak lebih hati-hati.
Kondisi ini berpotensi menekan selera risiko di kawasan dan memengaruhi biaya pendanaan bagi pasar negara berkembang.
Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan di pasar obligasi global dan dinamika geopolitik di Timur Tengah untuk mendapat petunjuk arah pasar selanjutnya.





