ERAA Siapkan Dana Jumbo untuk Buyback, Dorong Likuiditas

Jakarta, Maret.id — PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai respons atas fluktuasi pasar modal.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 3 September 2026, ERAA akan membeli kembali sebanyak-banyaknya 797,50 juta saham atau setara maksimal 5 persen dari saham perseroan.
“Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya jumlah sebesar Rp500 miliar,” kata Manajemen ERAA, Manajemen Perseroan.
Buyback akan dilaksanakan secara bertahap melalui BEI selama tiga bulan, mulai 4 September hingga 4 Desember 2026, dan perseroan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pelaksana dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manajemen menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi batas 20 persen dari modal disetor sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023.
Dana buyback seluruhnya akan berasal dari kas internal perseroan dan manajemen menilai aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional ERAA.
“Dengan asumsi perseroan menggunakan kas internal untuk pembelian kembali saham perseroan sebesar Rp500 miliar, maka aset dan ekuitas akan mengalami penurunan sesuai dengan tabel proforma di bawah ditambah biaya transaksi pembelian kembali saham,” kata Manajemen ERAA, Manajemen Perseroan.
Meski aset dan ekuitas diperkirakan menurun akibat penggunaan kas internal, ERAA menyatakan masih memiliki sumber daya memadai untuk membiayai kegiatan usaha.
Manajemen memperkirakan dampak terhadap biaya operasional tidak material sehingga kinerja laba-rugi tetap berada dalam koridor target perseroan.
Perseroan menegaskan modal dan arus kas yang cukup memungkinkan pelaksanaan buyback sekaligus mempertahankan pembiayaan kegiatan usaha sehingga diyakini tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional.





