Ekonomi

Agen Asuransi Masuk Era Sertifikasi Profesi Tekan Premi

Jakarta, Maret.id Industri asuransi jiwa mulai memperkuat standar profesionalisme agen melalui penerapan sertifikasi profesi.

Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi agen sebagai salah satu kanal distribusi produk asuransi.

Direktur Bisnis PT Avrist Assurance, Aldi Rinaldi, mengatakan saat ini terdapat sekitar 1.900 agen yang terdaftar di Avrist.

“Sesuai dengan semangat dari industri asuransi, kita akan mengembangkan agen yang lebih profesional dan lebih berkualitas. Oleh karena itu, di asosiasi juga sekarang kita ada yang namanya sertifikasi,” ujar Aldi Rinaldi, Direktur Bisnis PT Avrist Assurance.

Menurut Aldi, asosiasi industri pada Agustus 2026 telah memperoleh izin untuk menjadi lembaga sertifikasi profesi dan agen asuransi akan diarahkan untuk mengikuti sertifikasi tersebut.

Avrist juga memiliki program pengembangan agen yang dilakukan secara internal maupun melalui asosiasi untuk meningkatkan kompetensi.

“Saat ini kita ada di angka 1.900-an agen yang terdaftar di Avrist. Tentunya angka ini menjadi satu bentuk tanggung jawab Avrist juga tentang bagaimana meningkatkan kualitas dari agen-agen tersebut,” ujar Aldi Rinaldi, Direktur Bisnis PT Avrist Assurance.

Terkait dampak bencana terhadap bisnis asuransi jiwa, Aldi mengatakan hingga kini belum terdapat permintaan klaim dalam jumlah signifikan di Avrist.

“Secara asuransi jiwa, kita saat ini belum ada permintaan klaim yang signifikan terkait bencana. Kami sedang berkoordinasi, di asosiasi juga sedang koordinasi,” ujar Aldi Rinaldi, Direktur Bisnis PT Avrist Assurance.

Perusahaan menyatakan masih berkoordinasi dengan asosiasi industri untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya klaim akibat bencana agar penanganannya dapat dilakukan secara terarah bila klaim bertambah besar.

Aldi menambahkan bahwa penanganan klaim perlu dilakukan sesegera mungkin apabila pengajuan klaim telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Upaya sertifikasi ini diharapkan menjadi bagian dari respons industri untuk meningkatkan kompetensi agen dan menata saluran distribusi produk asuransi secara lebih profesional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button